logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 15 Desember 2005 NASIONAL
Line

Renovasi Masjid Agung Surakarta Terancam Terhenti


MEMASAH PILAR : Seorang pekerja tengah memasah kayu pilar atau saka Masjid Agung Surakarta yang sedang dipugar.(30) - SM/Langgeng Widodo

SEMARANG- Renovasi Masjid Agung Surakarta terancam berhenti. Anggaran senilai Rp 3,270 miliar yang saat ini sudah dimiliki panitia pembangunan hanya cukup untuk membangun setengah bangunan utama.

''Padahal, bangunan yang termasuk cagar budaya yang dilindungi undang-undang itu sudah telanjur dirobohkan. Karena itu, Pemprov Jateng dan Pemerintah Pusat diminta segera memberikan bantuan dana untuk pembangunan tersebut,'' kata anggota Komisi E DPRD Jateng Muhammad Haris, Rabu (14/12).

Dia mengungkapkan, panitia pembangunan sudah berhasil mengumpulkan dana Rp 3,270 miliar. Dana tersebut berasal dari APBD Kota Solo Rp 2 miliar, APBD Jateng Rp 1 miliar, dan bantuan masyarakat Rp 270 juta.

Padahal, anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan ini diperkirakan menghabiskan Rp 8 miliar. Karena itu, pembangunan masjid itu terancam berhenti di tengah jalan. Adapun Komisi E telah meninjau langsung pelaksanaan renovasi bangunan masjid itu, Selasa lalu.

Karena itu, Komisi E meminta Gubernur untuk kembali memberikan bantuan dana bagi pembangunan masjid dari pos anggaran dana tak tersangka tahun 2006. Pasalnya, sesuai dengan UU No 5 Tahun 1992 tentang Cagar Budaya, setiap bangunan cagar budaya menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menjaganya. Adapun bangunan Masjid Agung Surakarta ini adalah masjid agung kerajaan yang jelas termasuk dalam bangunan cagar budaya.

Adapun Sekretaris Komisi E Thontowi Jauhari menyatakan, kondisi kerusakan di bangunan utama masing-masing berada pada empat konstruksi fondasi saka yang sudah rusak berat. Sementara konstruksi atap di bangunan utama juga rusak dan sudah melengkung, balok bangunan rusak, kuda-kuda patah.

Untuk bagian Pawastren, kondisi atap dan tiang rusak. Ditambah lagi, bagian atap serambi utara juga rusak. Kedua bagian ini belum dipugar. Rehap bangunan utama saat ini sudah berjalan 45 persen.

Sesuai dengan informasi Ir Sumardi, ketua panitia renovasi masjid, idealnya bangunan utama Pawastren dan serambi utara harus direhap keseluruhan. Supaya nanti tidak terjadi tambal-sulam yang menghabiskan lebih banyak biaya.(G17-29t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA