logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 15 Desember 2005 NASIONAL
Line

Hotel Jamaah Indonesia Terbakar


RUSAK PARAH : Seorang calon haji berjalan di lantai 3 Hotel Dallah di Madinah, yang rusak parah akibat terbakar, Rabu (14/12). Hotel tersebut tempat pemondokan jamaah haji asal Tasikmalaya dan Bengkulu. (30h)

MADINAH - Hotel Dallah, Jalan Syittin, Madinah, Rabu (14/12), terbakar. Hotel berbintang itu adalah tempat menginap calon haji (calhaj) Indonesia, terutama dari Bengkulu, Tasikmalaya, dan Sulawesi Barat.

Pemondokan itu terletak 300 meter dari Masjid Nabawi dan 300 meter dari kantor Daker Indonesia di Madinah. Musibah terjadi selepas shalat subuh di Masjid Nabawi. Begitu shalat usai, para calhaj kembali ke tempat mereka menginap di Hotel Dallah. Namun, ketika mereka menaiki tangga, bau asap tercium menyengat.

"Kami buru-buru turun," kata Bambang, calhaj dari kloter 7 Bengkulu di lokasi kebakaran. Para calhaj asal Indonesia menginap di lantai 4, sedangkan sumber kebakaran di lantai 3.

Semua calhaj telah dievakuasi keluar hotel. Beberapa jamaah berhasil menyelamatkan harta benda mereka. Namun, banyak juga yang tidak sempat.

Sejauh ini, tidak ada korban serius akibat musibah itu. Dokter Indonesia mencatat, tiga calhaj dilarikan ke Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Daerah Kerja Madinah, 300 meter dari TKP. Ketiga calhaj itu tidak menderita luka serius, hanya kaget.

Hingga saat ini belum diketahui penyebab kebakaran itu. Api pun sudah berhasil dijinakkan.Yang terlihat hanyalah asap yang membubung tinggi.

Dari penelitian yang dilakukan, sedikitnya 21 kamar terkena api. Namun demikian, hanya delapan kamar yang parah. Api merusak pintu, plafon, tembok, dan perabotan kamar. Tetapi 75% harta benda jamaah di delapan kamar itu selamat.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Madinah, Haji Ahmad Kartono, meminta para jamaah tidak panik. "Kami mendapat laporan, tidak ada jamaah yang jadi korban," katanya meyakinkan.

Sementara itu, sejumlah 99 calhaj yang mondok di Hotel Dallah dipindahkan ke Hotel Sanabel, kawasan Marzakiyah, 200 meter dari Masjid Nabawi, Madinah. Ke-99 calhaj itu masuk kloter 10 embarkasi Jakarta asal Tasikmalaya, Jawa Barat.

Meninggal

Sementara itu, hingga kemarin tiga calon haji meninggal dunia sebelum pemberangkatan. Yaitu Saryuni binti Rambat (67), kloter 19 asal Kabupaten Pekalongan; Daliyem binti Mungid (75), kloter 26 asal Benteran, Bawu, Kabupaten Boyolali; dan Moh Dulfitri bin Sihab (45), kloter 12 asal Kapung, Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan.

Farhani menambahkan, jadwal penerbangan haji tahun ini berubah. Sesuai dengan perubahan oleh Bandara King Abdul Aziz Jeddah, pemberangkatan dan pemulangan haji rata-rata dipercepat antara 15 menit dan 3 jam.

''Pemerintah memandang perlu untuk segera menyesuaikannya, dengan mengubah jadwal pemberangkatan dan pemulangan. Meski secara umum dipercepat, terdapat penerbangan yang diperlambat 15 menit dari jadwal semula, yakni kloter 87 untuk penerbangan 4 Januari mendatang,'' kata dia.

Adapun yang sudah diberangkatkan, hingga pukul 15.42 kemarin, 6.155 calhaj dari 19 kloter. (G13,dtc-29th)

Jadwal Keberangkatan

Kamis, 15 Desember

Kloter 22 berisi 201 calon haji asal Kab Pekalongan dan 121 asal Kab Boyolali, pukul 18.30.


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA