logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 15 Desember 2005 NASIONAL
Line

RI Utamakan Konsolidasi

KUALA LUMPUR - Indonesia dan Australia mendesak mitra-mitra mereka di komunitas Asia Timur untuk tidak buru-buru mengizinkan Rusia masuk ke dalam kelompok ini.

KTT pertama para pemimpin Asia Timur itu Rabu kemarin berakhir dengan satu persetujuan untuk menyelenggarakan pertemuan tahunan mengenai masalah-masalah strategis seperti perdagangan dan keamanan. Jabat tangan antara pemimpin China dan Jepang menjadi peristiwa simbolik penting dalam KTT ini.

''Saya rasa, hal yang perlu dicoba dan dilakukan sekarang ini adalah memantapkan kerangka organisasi ini,'' kata Perdana Menteri Australia John Howard menjelang pertemuan dengan 15 pemimpin negara-negara Asia Timur.

Indonesia sepakat dengan sikap Australia. ''Sikap kami sampai sejauh ini adalah mengutamakan konsolidasi forum itu seperti yang ada sekarang ini,'' kata juru bicara Departemen Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa kepada wartawan. ''Kami berpendapat masalah keanggotaan Rusia belum perlu diputuskan pada KTT ini.''

Australia sendiri sekarang sudah masuk dalam forum itu setelah terjadi perdebatan cukup lama mengenai layak tidaknya negara itu terlibat dalam arena diplomasi Asia.

Rusia sangat berhasrat untuk bergabung dalam komunitas Asia Timur. Komunitas itu terdiri atas 10 negara-negara Asia Tenggara ditambah Jepang, China, Korea Selatan, India, Australia dan Selandia Baru. Wilayah ini memiliki separo dari populasi dunia dan seperlima volume perdagangan dunia. President Vladimir Putin ingin meningkatkan peran negaranya di Asia.

Hubungan tegang antara Jepang dan China juga mendapat sorotan dalam forum ini. ''Akan tidak konsisten dengan pembentukan komunitas Asia Timur ini kalau pada saat bersamaan kami masih mengalami masalah serius dalam hubungan antarnegara,'' kata Natalegawa. ''Kawasan ini terus mengikuti perkembangan tersebut dengan perhatian dan keprihatinan karena dampaknya akan terasa di kawasan ini.''

Cairkan Ketegangan

Forum Asia rupanya telah sedikit mencairkan ketegangan antara dua raksasa Asia itu, meski hubungan bilateral belum pulih. Jabat tangan antara PM Jepang Junichiro Koizumi dan PM China Wen Jiabao tersebut terjadi setelah 16 pemimpin menandatangani satu deklarasi yang menyerukan perundingan tahunan mengenai masalah-masalah strategis, yang juga termasuk isu kesehatan seperti flu burung dan keamanan energi.

''Kami semua sepakat bahwa masyarakat Asia Timur akan terwujud pada masa depan,'' kata PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi, yang memimpin perundingan setengah hari kepada wartawan.

Namun, Abdullah secara tegas menarik batas antara anggota inti masyarakat Asia Timur, yakni Asia Tenggara dan Asia Utara, dan negara-negara seperti India, Australia dan Selandia Baru. Abdullah mengatakan, negara-negara itu secara geografis tidak termasuk Asia Timur.

''Saya tidak tahu bagaimana Australia bisa menganggap diri mereka sebagai Asia Timur, begitu juga Selandia Bara,'' katanya. Dia menambahkan, negara-negara ini malahan berbagi kepentingan bersama dengan Asia Tenggara.

KTT itu menimbulkan spekulasi kuat bahwa hal itu merupakan langkah pertama ke arah kawasan perdagangan bebas Asia Raya.

Namun, para pemimpin ASEAN menyebut KTT itu akan membangun jembatan dengan seluruh negara Asia. Mereka menegaskan, pihaknya menginginkan Jepang, China dan Korea Selatan bersama-sama mendorong terbentuknya masyarakat Asia Timur.

''Kami menggelar KTT Asia Timur sebagai satu forum bagi dialog mengenai masalah penting yang luas, menyangkut politik dan ekonomi yang menjadi kepentingan bersama dengan memperhatikan tujuan peningkatan perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan ekonomi di Asia Timur,'' demikian deklarasi KTT ini.

Pertemuan para pemimpin selama hampir tiga jam itu tidak memutuskan tentang keinginan Rusia untuk bergabung. Abdullah menambahkan, keputusan mengenai hal itu akan dibuat pada KTT di Filipina tahun depan.

''Rusia datang dan siapa pun akan disambut dengan baik,'' kata seorang juru bicara pemerintah China Li Zhaoxing kepada wartawan.

Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan pidato singkat di hadapan 16 pemimpin pada awal KTT. Dia menyatakan keinginan Moskwa untuk menjadi anggota resmi.

Jepang tampaknya mendukung peran lebih besar negara-negara pendatang baru India, Australia dan Selandia Baru dalam kelompok itu untuk mengimbangi pengaruh China dengan tidak ikutnya AS.

Tetapi, ASEAN menegaskan pihaknya ingin bersama Asia Utara dalam satu kelompok.

Pertikaian seru antara Jepang dan China menambah sulit bagi tercapainya hasil kongkret pertemuan Rabu itu. Kendati ada jabat tangan antara Koizumi dan PM China Wen Jiabao, Jepang dan China gagal melakukan perundingan bilateral.(rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA