logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 15 Desember 2005 SEMARANG
Line

Perampokan di Gang Besen

Polisi Curigai Beberapa Orang

SEMARANG TENGAH - Untuk mengungkap kasus perampokan di PT Alam Indah Sakti di Gang Besen 9, Kranggan, Polres Semarang Timur telah menyebar sejumlah anggota Resmob.

Kini polisi telah mencurigai sejumlah orang yang diperkirakan mengarah sebagai pelaku perampokan.

Kapolres Semarang Timur AKBP Juhartana MSi melalui Kasat Reskrim AKP Suwarto SH menegaskan, pihaknya terpaksa menurunkan Tim Resmob untuk mengungkap kasus tersebut.

Hal itu dilakukan untuk mem-back up Unit Reskrim Polsek Semarang Tengah yang hingga kini masih memintai keterangan sejumlah saksi.

''Kami telah menyebar anggota Resmob untuk mengejar pelaku. Sudah ada orang-orang yang kami curigai. Jangan khawatir, cepat atau lambat pasti tertangkap,'' katanya, Rabu (14/ 12).

Sebagaimana diberitakan Suara Merdeka (14/12), kawanan perampok beraksi di sebuah kantor perusahaan kontraktor alat-alat berat, PT Alam Indah Sakti, yang berlokasi di Gang Besen 9, Kranggan, Semarang Tengah, Selasa (13/12).

Dalam aksi itu, kawanan perampok menyekap dua orang karyawan perusahaan, yakni Nuroh dan Emi Suryani (bukan Eni Sugiati), keduanya warga Purwosari Perbalan, Purwosari, Semarang Utara. Mulut dan tangan kedua karyawan itu dilakban dan disekap di ruang belakang oleh perampok. Sebuah gelang seberat 5 gram milik Nuroh dan uang tunai Rp 1 juta milik PT Alam Indah Sakti disikat kawanan penjahat bermobil Toyota Kijang warna biru itu.

Suwarto mengemukakan, kini sejumlah saksi telah diperiksa di Polsek Semarang Tengah. Dia berharap pelaku perampokan segera tertangkap.

Masih Trauma

Ditanya mengenai kemungkinan para pelaku sudah mengenal korbannya, Suwarto enggan berkomentar. ''Kini kami masih bekerja secara serius. Mereka (perampok-Red) masih kami kejar,'' katanya.

Secara terpisah, Sugeng, kakak Emi, mengatakan, adiknya kini masih trauma. Menurut dugaannya, pelaku telah mengenal korban dan lingkungan kerja PT Alam Indah Sakti. Pasalnya, pelaku mengenakan helm dengan kaca setengah terbuka agar tidak dikenali para korban.

''Mereka datang tanpa banyak bicara, tetapi langsung memukuli Nuroh dan adik saya. Gara-gara peristiwa itu, dia (Emi-Red) berniat keluar dari pekerjaannya. Maklum, dia bekerja di perusahaan itu mulai 2 Desember lalu, dia masih baru,'' kata Sugeng. Anehnya, tambah Emi, pelaku datang bertepatan dengan rencana pengambilan uang Rp 30 juta dari Bank BCA.

Pemilik perusahaan, Santoso Pranoto, hari itu memerintahkan seorang karyawannya, Agung Tarman (28), untuk mengabil uang tersebut.

Uang itu selamat karena saat perampok datang, Agung masih berada di bank. Agung kemudian diminta oleh bosnya untuk menunda pengambilan uang itu melalui telepon. ''Saat itu dia bilang, kantor sedang dirampok,'' katanya.

Herman (50), warga sekitar rumah tempat kejadian, melihat pelaku hanya dua orang. Pelaku sama sekali tidak membawa senjata tajam atau senjata api. Mereka melumpuhkan dua orang korbannya, Nuroh dan Emi, dengan tangan kosong. (G5-18n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA