logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 15 Desember 2005 EKONOMI
Line

Kredit UMKM Belum Termanfaatkan Optimal

SEMARANG- Meski bank kini mulai gencar melakukan pembiayaan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tingkat plafon kredit yang tidak dimanfaatkan oleh debitur (undisbursed loan) UMKM di Jateng masih tinggi. Hal ini dikarenakan masih adanya kekhawatiran terhadap siklus usaha yang tidak memiliki kepastian, suku bunga bank yang relatif masih tinggi, dan adanya alternatif pembiayaan.

Dipastikan hingga akhir tahun ini, angka undisbursed loan akan meningkat dibandingkan dengan tahun lalu, yang mencapai 35,11%. Menurut Suwandi, Ketua P3M STIE Stikubank keraguan UMKM dalam mencairkan kreditnya didasarkan kekhawatiran terhadap kemampuan bayarnya.

''Kondisi bisnis yang menurun ditambah dengan tingkat suku bunga tinggi menyebabkan pelaku UMKM tidak mengambil kredit secara keseluruhan,'' katanya di sela-sela Forum Diskusi Ekonomi V Tahun 2005: Kajian terhadap Undisbursed Loan UMKM di Jateng di STIE Stikubank Rabu (14/12).

Suwandi mengatakan undisbursed loan ini lebih tinggi terjadi pada kredit modal kerja dibandingkan dengan produk kredit lainnya, seperti kredit investasi dan kredit konsumsi. Hal ini dikarenakan pengambilan fasilitas kredit modal kerja dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan. Kabid Ekonomi dan Moneter Kantor Bank Indonesia Semarang Doni P Joewono mengatakan meningginya undisbursed loan juga dikarenakan pihak perbankan memberikan plafon kredit yang tinggi. Padahal, seringkali debitur merasa tidak perlu dengan jumlah plafon kredit yang diberikan perbankan. (mhr-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA