| Kamis, 15 Desember 2005 | EKONOMI |
BI Tak Respons Kenaikan The FedJAKARTA-Bank Indonesia (BI) memastikan tidak akan menaikkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) kendati The Fed (Bank Sentral AS) kembali menaikkan suku bunga hingga 25 basis poin. "BI akan disiplin dengan kebijakan bulanannya," kata Gubernur BI Burhanuddin Abdullah di sela workshop ''Prospek Dunia Usaha dan Potensi Pembiayaan oleh Perbankan'' di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (14/12/). Keputusan tidak akan cepat-cepat merespons The Fed ini, menurut Burhanuddin, terkait interest rate differential antara BI rate dengan The Fed yang masih sangat lebar. Saat ini suku bunga The Fed 4,25 persen dan BI rate 12,75 persen, sehingga ada spread 8,50 persen. "Ini perbedaan angka terbesar dalam perjalanan suku bunga kita, tapi kita akan lihat dulu perkembangannya," ujarnya. Pernyataan Burhanuddin ini seperti menjawab spekulasi yang beredar di pasar bahwa BI akan segera menaikkan suku bunga akibat tekanan eksternal dan internal pascakenaikan The Fed yang semakin tinggi. BI baru akan membahas masalah kenaikan The Fed tersebut dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada akhir tahun ini. "Nanti akan kita lihat bagaimana perkembangan BI rate tersebut, nanti juga akan ada laporan tahunan dan kita akan evaluasi kondisi perekonomian selama setahun itu," katanya. Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan Departemennya akan menunggu kebijakan BI untuk mengantisipasi kenaikan bunga bank sentral AS, The Fed. "Respons langsung yang paling mungkin adalah dari kebijakan moneter. Kita tunggu saja BI nanti dalam melakukan analisa kebijakan yang terbaik," kata Menkeu.(bn-59) |