SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Rabu, 14 Desember 2005

- Di China, satu tahun berpuluh-puluh jalan tol selesai dibangun. Di negara kita, satu jalan tol belum juga terealisasi dalam lima tahun. Ini bukan ungkapan untuk mengejek bangsa kita sendiri melainkan ingin menggugah semangat dan kesadaran bersama tentang pentingnya mempercepat pembangunan infrastruktur seperti jalan tol. Sebab, prasarana semacam itu mempunyai multiplier effect yang sangat besar. Tidak ada artinya dana Rp 7 triliun jika dibandingkan dengan nilai tambah atau manfaat ekonomi yang bisa didapat. Berdasarkan hitung-hitungan bisnis pun nilai investasi sebesar itu pasti kembali kendati memerlukan waktu agak panjang. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak segera membangun infrastruktur termasuk jalan tol Semarang-Solo.

- Apa sebenarnya kesulitan pejabat untuk berbicara dengan lebih mempertimbangkan perasaan rakyat, atau tidak berupaya mereduksi kondisi yang sedang dihadapi oleh rakyat? Tidaklah sulit, seharusnya. Menempatkan diri untuk berada atau menjadi badian dari mereka, sekadar memperlihatkan perasaan berbagi dalam situasi-situasi tertentu, apa susahnya? Bagi kita, sangatlah aneh kalau pilihan sikap moral itu malah seperti dijauhi, dan justru ada pejabat yang memilih membuat pernyataan-pernyataan tidak pada tempatnya. Dalam sejumlah momen yang langsung melibatkan perasaan rakyat, kita mencatat kenyataan tersebut. Apakah itu hanya keterpelesetan pernyataan, ataukah memang karena tidak adanya sense of crisis.

SEPANJANG tahun 2005, politik lokal Indonesia mendapatkan pengalaman yang menarik dalam konteks pemberdayaan politik lokal. Pilkada langsung banyak diharapkan oleh berbagai pihak untuk menjadi salah satu alat yang ampuh untuk menseleksi calon pimpinan daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Dalam perspektif prosedural,

SEJAK Juni 2005, telah diselenggarakan pilkada di 198 wilayah, yang 92 persen di antaranya telah berlangsung lancar dan tertib. Demikian klaim Mendagri Moh Ma'ruf dalam iklan layanan masyarakatnya yang belakangan ini marak dipasang dan ditayang di media cetak dan elektronika.

Saya sulung dari lima bersaudara, kuliah semester akhir yang membutuhkan dana Rp 3 juta dan saat ini telah terkumpul Rp 500 ribu. Saya mengetuk hati dermawan yang perduli, berapa pun nilai bantuan yang diberikan akan sangat bermanfaat untuk meringankan beban saya.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA