| Rabu, 14 Desember 2005 | MURIA |
Kuwasan, Langganan BanjirHAMPARAN lahan sawah yang sedang digarap oleh sejumlah petani, tampaknya menjadi semacam "pintu gerbang" untuk masuk ke Desa Kuwasan, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang. Penduduk di desa yang memiliki 510 kepala keluarga (KK) ini memang didominasi oleh petani dan peternak. Pada saat musim kemarau, areal lahan pertanian desa yang berada di daerah perbatasan antara Kecamatan Rembang dan Kaliori tersebut ditanami sayur-sayuran, seperti tomat (Solanum lycopersicum) atau cabai (Capsicum). Saat menjelang musim hujan, mereka menanaminya dengan padi. Di balik hamparan sawah yang mulai menghijau, sejatinya terdapat sebuah permasalahan yang menjadi momok bagi warga desa itu, yaitu banjir. Pada musim hujan, Desa Kuwasan sering dilanda banjir akibat meluapnya Kali Babakan. Sebab, sungai itu mengalir di tengah desa. Sarmani (32), salah seorang warga menuturkan, Kali Babakan merupakan anak sungai dari Sungai Tarung. Sungai Tarung tersebut merupakan sungai yang airnya berasal dari Sungai Banyukuwung dan Sungai Grawan. Sungai Babakan itu sangat sempit. Saat hujan deras, sungai yang memiliki kedalaman rata-rata 2,5 meter dengan lebar tiga meter tersebut tidak mampu menahan limpahan air dari Sungai Tarung. "Akibatnya, air sungai sering meluap dan mengakibatkan banjir di wilayah desa dan air menggenang hingga areal persawahan, sehingga motor dan mobil tak bisa menuju ke desa," ujarnya. Satu hal yang membuat warga khawatir, akibat derasnya air sungai tersebut juga berpotensi menggerus bantaran sungai. Padahal, bantaran itu berbatasan langsung dengan rumah penduduk dan madrasah. Akibatnya, keberadaan sejumlah rumah dan sebuah madrasah tersebut kini terancam longsor. "Silakan lihat sendiri saat hujan deras. Kondisinya sangat mengkhawatirkan. Aliran air di sungai sangat deras dan menggerus sepanjang bantaran sungai," tutur Sarwani yang bertempat tinggal di dekat sungai itu. Kades Kuwasan Saliman menuturkan, untuk mengatasi dua permasalahan tersebut pihaknya sudah berupaya meminta bantuan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang. Warga desa, kata dia, sangat mengharapkan agar di sepanjang aliran sungai tersebut dibuat talut. Kalau memungkinkan, di muara sungai tersebut dibuat pintu air yang bisa digunakan mengontrol debit air. "Bisa pula, di sepanjang sungai itu dibuatkan sistem drainase sehingga bisa mencegah datangnya banjir," tandas Saliman. Dia mengaku sudah mengusulkan pembuatan drainase tersebut semenjak 2004 namun belum pernah direalisasikan. "Dulu pernah diukur oleh petugas Dinas Pekerjaan Umum. Kami pikir akan direalisasikan, ternyata tidak," ujarnya. (Mulyanto Ari Wibowo-54d) |