| Rabu, 14 Desember 2005 | MURIA |
Enam Bakal Calon Bupati Daftar lewat Partai KoalisiPATI- Enam orang tercatat mendaftar sebagai bakal calon (balon) bupati Pati periode 2006-2011 lewat Partai Koalisi Bumi Minta Tani (BMT). Pendaftaran lewat partai tersebut secara resmi ditutup Minggu (11/12) lalu pukul 24.00. Keenam pendaftar itu, kata Sekretaris Partai Koalisi BMT Purwanto Hadi, yaitu Sutiyono SE, warga Growong Lor, Kecamatan Juwana; Sri Susahid SH, warga Desa Payang, Kecamatan Pati; dan H Abdul Goni Soepeno, warga Desa Tamansari, Kecamatan Tlogowungu. Tiga lainnya yakni Hasan SH MM, warga Desa Trimulyo, Kecamatan Kayen, yang juga kepala desa (kades) setempat; Sujoko SPd, warga Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo; dan Drs Sumarno, warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa. Khusus Sumarno ketika mendaftar dan menyerahkan berkas riwayat hidup dan riwayat pendidikan, langsung berpasangan dengan balon wakil bupati H Ahmad Junaedi Halim LC MAg, warga Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso. Selain balon wakil bupati itu, juga terdaftar enam balon wakil bupati lain, yaitu HM Karsidi SH asal Desa Karaban, Kecamatan Gabus yang juga kepala desa (kades) setempat; Sugiyarto, warga Jl Dewi Sartika Barat 188 Semarang. Balon wakil bupati itu semula adalah warga Desa Kebon Sawahan, Kecamatan Juwana. "Adapun yang lainnya adalah Ruswito AKT, warga Desa Ngurensiti, Kecamatan Wedarijaksa," ucapnya. Unsur Partai Di samping itu, khusus tiga pendaftar balon wakil bupati, baik H Sugiyono, M Lukman maupun Sunandar Jayanti, semuanya berasal dari unsur partai yang tergabung dalam koalisi. Untuk H Sugiyono dari PNBK, M Lukman (PAN), dan Sunandar Jayanti (PPNUI). Dengan jumlah pendaftar balon bupati dan wakil bupati sebanyak itu, BMT akan segera memproses berkas pendaftaran yang menyangkut riwayat hidup dan riwayat pendidikan, masing-masing pendaftar. Hal itu untuk menentukan siapa di antara mereka yang layak untuk ditampilkan sebagai pasangan balon bupati dan wakil dari BMT, yang siap didaftarkan ke KPUD. Mengingat pendaftaran balon masih sekitar empat bulan lagi, pihaknya cukup punya waktu dan kesempatan sebelum mengajukan satu pasangan balon yang lolos dari BMT. Untuk proses itu, meskipun ada dari unsur partai yang mencalonkan diri sebagai balon wakil bupati, tidak akan memengaruhi keputusan yang akan diambil oleh partai. Purwanto Hadi menegaskan meskipun PKS juga tergabung dalam koalisi BMT, hal itu tidak ada relevansinya dengan BMT. Sebab, bedah visi dan misi itu hanya mampu menilai kecakapan pidato kandidat. "Padahal, BMT sedang mencari figur kandidat balon yang pintar memimpin, bukan pintar ngomong," tandasnya.(ad-17s) |