logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 14 Desember 2005 MURIA
Line

"Apa Menopause Bisa Ditunda?"

SELALU gayeng jika membicarakan masalah organ intim wanita/pria, seks, hingga menopause. Sebagaimana terlihat di pendapa rumah dinas Bupati Blora, Selasa (13/12). Derai tawa sering kali terdengar dari peserta seminar sehari tentang kesehatan wanita, dengan pembicara dokter ahli kandungan RS Blora, Nugroho DSOG.

Kesempatan emas yang jarang terjadi itu dimanfaatkan peserta seminar yang diselenggarakan dalam rangka peringatan HUT Ke-6 Dharma Wanita Persatuan tersebut. Banyak yang bertanya persoalan kesehatan wanita, hubungan suami-istri, hingga masalah menopause. Meski sejatinya, tema yang ditetapkan hanya seputar penyakit kanker mulut rahim.

"Apa yang bisa dilakukan ibu-ibu untuk menunda masa menopause?" tanya Mashur, peserta seminar pria yang ternyata tidak mau kalah dengan ibu-ibu.

Peserta lain, Ny Sholihin menanyakan khasiat daun sirih. "Apakah dengan meminum daun sirih tiap hari akan berpengaruh terhadap rahim?" tanyanya.

Menurut dia, menopause tak bisa dicegah. Karena itu adalah kodrat wanita. "Jadi tidak ada yang bisa dilakukan untuk menundanya. Biasanya dialami wanita saat berusia 48-52 tahun. Yang bisa dilakukan adalah bagaimana mempersiapkan diri menghadapinya. Ibu-ibu tak perlu panik menghadapinya," urainya.

Ciri-ciri Fisik

Di hadapan peserta seminar yang dilaksanakan Dharma Wanita Persatuan Setda Blora bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Blora, dan MWC NU Kecamatan Blora, dokter Nugroho mengemukakan ciri-ciri fisik yang dirasakan wanita menjelang datangnya masa itu.

Antara lain susah tidur, dada berdebar-debar, dan tidak lancarnya menstruasi. Kadang banyak, kadang pula sedikit, atau sama sekali tidak datang. Menurutnya, hal itu dipengaruhi kondisi fisik dan alat kontrasepsi yang digunakan wanita tersebut.

Mengenai khasiat daun sirih, menurut Nugroho, bergantung pada cara penggunaannya. Daun sirih yang direbus dan airnya diminum, tak banyak memberikan pengaruh terhadap organ reproduksi wanita. Berbeda halnya jika digunakan ke pusat sasaran. Yakni untuk membersihkan alat kelamin.

"Air daun sirih bisa digunakan untuk membunuh kuman-kuman yang ada di sekitar dan di dalam alat kelamin wanita. Sebab, air daun sirih tersebut mengandung antibiotik," ujarnya.

Selain daun sirih, beberapa bahan kimia yang mengandung antibiotik bisa juga digunakan untuk membersihkan alat kelamin.

Hanya, dia mengingatkan agar kaum waniita tidak setiap hari menggunakan bahan kimia tersebut untuk membersihkan alat kelamin. Sebab, menurutnya, banyaknya mikroba yang mati akan menimbulkan tumbuhnya jamur. "Idealnya dua kali seminggu."

Menyinggung penyakit kanker mulut rahim, dia menyatakan ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi penyakit tersebut.

Satu di antaranya adalah dengan rutin melakukan pemeriksaan rahim, terutama wanita yang sudah pernah melakukan hubungan seksual dengan pria ataupun wanita yang sudah melahirkan anak.

Dia menambahkan, biaya yang dikeluarkan untuk itu relatif murah, yakni hanya sekitar Rp 150.000.(Abdul Muiz-50s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA