| Rabu, 14 Desember 2005 | MURIA |
LKK NU Prihatin Kasus AIDSJEPARA - Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKK NU) Jepara merasa prihatin atas banyaknya temuan kasus penyakit AIDS di daerah itu. Lembaga tersebut meminta kepada berbagai pihak, bahu membahu mengambil langkah pencegahan, sebelum penyakit tersebut menyebar luas di kalangan masyarakat. "Kami terkejut sekaligus prihatin atas kasus ditemukannya penyakit AIDS di Jepara. Pemerintah harus lebih gigih menggandeng unsur-unsur di masyarakat, dalam rangka mencegah penyebaran penyakit tersebut," kata Laila Jauharoh, Ketua LKK NU Jepara, dalam dialog bertema "Membangun Keluarga yang Maslahah tanpa Kekerasan terhadap Perempuan", di Kantor PCNU Jepara, Sabtu (10/12). Dia mengatakan, sangat perlu bagi pihak berwenang untuk tidak terlambat mengidentifikasi orang-orang yang diduga kuat terjangkit virus HIV, terutama para wanita pekerja seks komersial (PSK), dan sebisa mungkin laki-laki yang telah terjangkit penyakit tersebut. Sebagaimana diberitakan, kasus penderita AIDS di Jepara yang teridentifikasi sejak 1997 hingga 2005 mencapai 34 orang. Sebanyak 20 orang dinyatakan telah meninggal dunia. Pemkab baru-baru ini berniat memfungsikan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) untuk melakukan kegiatan-kegiatan pencegahan penyakit tersebut. Dalam dialog itu, LKK menyinyalir tidak menutup kemungkinan penderita penyakit AIDS adalah dari kalangan tertentu dengan latar belakang keluarga yang bermasalah. "Ketidakharmonisan keluarga dan rendahnya pendidikan, bisa menjadi latar belakang awal, termasuk kekerasan dalam rumah tangga (KdRT)yang kerapkali terjadi," lanjut Laila. Dia mengutarakan, pembangunan keluarga yang baik (maslahah) akan bisa berperan mencegah hijrahnya seseorang ke dunia liar yang berpotensi besar sebagai tempat dan aktivitas penyebaran HIV. (H15-50a) |