logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 14 Desember 2005 MURIA
Line

Mahasiswa STAIN Berdemo Lagi

  • Tolak Sumbangan Pengembangan Kampus

KUDUS- Sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus, Selasa (13/12) di kampusnya, kembali menggelar aksi penolakan pungutan sumbangan pengembangan kampus (SPK). Sebelumnya, pada Rabu (30/12) lalu, mereka juga menggelar demo dengan tuntutan sama.

Peserta aksi terdiri atas perwakilan mahasiswa angkatan 2004, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM).

Mereka membentangkan poster, bendera, dan juga menggelar orasi. Demonstrasi tersebut ditanggapi oleh Pembantu Ketua (Puket) 1 Drs Masyharudin MAg, Drs Mundakir MAg (Puket 2), dan Drs Sa'yullah Asaidi MAg (Puket 3).

Dalam tuntutanya, koordinator aksi, Supriyono meminta pungutan SPK mahasiswa angkatan 2004 dikembalikan.

Menurut dia, jika SPK mahasiswa angkatan 2005 dikembalikan, sudah seharusnya SPK 2004 juga dikembalikan.

"Sangat tidak adil jika SPK angkatan 2005 dikembalikan, sementara yang 2004 tidak. Tak ada alasan bagi STAIN untuk menahan SPK 2004," ujarnya.

Presiden BEM Mustaqim mengungkapkan, harus ada pertanggungjawaban alokasi penggunaan SPK 2004. Dia juga meminta adanya transparansi dana abadi STAIN.

Menanggapi hal tersebut, Mundakir mengemukakan, sistem pendanaan yang dipakai pada tahun anggaran 2004 berbeda dari 2005.

Menurut dia, pada 2005 menggunakan sistem pendanaan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA), tetapi pada 2004 belum. Saat itu sistem pendanaan yang dipergunakan adalah dana isian kegiatan suplemen (DIKS).

"Sistem pendanaannya berbeda, jadi tidak bisa disamaratakan. Pada dasarnya apa yang saya sampaikan sama dengan apa yang telah diutarakan oleh Bapak Ketua (Prof Dr H Muslim A Kadir MA-Red) sebelumnya," paparnya. (tik-54s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA