logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 14 Desember 2005 MURIA
Line

Pemilik Tetap Parkirkan Angkudes di Dishub

REMBANG - Para pemilik angkutan pedesaan (angkudes) jurusan Kragan - Pandangan - Sedan - Gandri hingga kemarin masih bersikeras memarkirkan mobil mereka di kantor Dinas Perhubungan (Dishub) dengan target tuntutan angkutan pelat hitam dan angkutan roda tiga yang beroperasi di jalur mereka dihilangkan.

Mereka menyatakan akan tetap memarkirkan kendaraannya di halaman kantor Dishub hingga permasalahan angkutan pelat hitam selesai.

Salah satu pemilik angkudes, Agus ketika dihubungi kemarin menyatakan, sikap ini terpaksa diambil agar Dishub serius menangani permasalahan pelat hitam.

"Kalau langkah Dishub dipandang teman-teman masih belum sanggup menertibkan jalur tersebut dari pelat hitam, kami tetap akan memarkirkan kendaraan kami di halaman kantor itu sampai ada hasilnya," katanya.

Dia juga mengungkapkan, jika hingga jangka waktu tanggal 12 Januari 2006 mendatang Dishub belum bisa mentertibkan angkutan pelat hitam, pihaknya akan langsung meminta uang cicilan mobil dan trayeknya.

"Selain itu, kalau Dishub tidak sanggup menertibkan jalur dari pelat hitam hingga batas waktu tanggal 12 Januari 2006, kami tetap pada kesepakatan untuk meminta pengembalian uang cicilan mobil dan trayeknya," tutur Agus.

Negosiasi

Sementara itu, Plt Kepala Dishub Rembang Rum Tjahjono SH mengemukakan, pihaknya akan tetap berusaha melakukan penertiban jalur pelat hitam serta membuat negosiasi dengan pemilik angkudes.

"Kami sudah membuat surat untuk mereka. Hari ini akan kami kirimkan kepada mereka," papar dia.

Mengenai ancaman pemilik angkudes untuk meminta uang cicilan mobil dan trayeknya, dia menyebutkan, hal tersebut sedang dibicarakan dengan pihak leasing.

Hanya, katanya, pihak leasing hingga kemarin masih belum bisa datang ke Rembang.

"Mereka akan mempelajari akar permasalahan dari angkudes ini dulu. Apakah bisa dikembalikan atau tidak, kami masih menunggu dari leasing," jelasnya.

Rum kembali mengakui, untuk memberantas angkutan pelat hitam bukanlah perkara yang mudah. Seperti kemarin ketika sejumlah petugas diturunkan di lapangan, angkutan pelat hitam tersebut tidak ada yang beroperasi.

"Kami kesulitan karena angkutan pelat hitam kucing-kucingan terus saat kami tertibkan. Kalau ada tetap akan kami tindak tegas," tandasnya.(moe-17v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA