logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 14 Desember 2005 INTERNASIONAL
Line

Lintas Jagat

Pakistan dan Afghan Gempa

ISLAMABAD - Gempa berkekuatan 6,7 skala Richter melanda Pakistan dan Afghanistan kemarin pagi. Hal itu memicu kepanikan di antara para korban yang selamat dalam gempa Oktober lalu. Namun belum ada laporan tentang korban atau kerusakan harta benda.

Pusat gempa terletak di Hindu Kush, Afghanistan, dan terjadi pukul 02.48 waktu setempat (04.48 WIB Selasa) kata pejabat ilmu gempa Nasir Mehmood dari Departemen Meteorologi Pakistan.

''Menurut perhitungan akhir, gempa itu berkekuatan 6,7 skala Richter,'' kata Mehmood, mengubah perkiraan sebelumnya 6,6 skala Richter.

''Gempa sangat kuat terjadi sekitar 375 km di utara Islamabad di wilayah Hindu Kush, Afghanistan.''

Survei Geologi AS menyebutkan gempa itu berasal sekitar 230 km di bawah permukaan jajaran pegunungan timurlaut Afghanistan.

Belum ada laporan tentang korban tapi penduduk di kota-kota Pakistan utara lari ke jalan-jalan akibat panik, kata media lokal.(ant-26)

Komplotan Anti-Arroyo Dikenali

MANILA - Para pejabat keamanan Filipina, Selasa kemarin, mengidentifikasi seorang jenderal dan empat kolonel, termasuk dua mantan pejabat polisi, sebagai pemimpin-pemimpin komplotan untuk menggulingkan Presiden Gloria Macapagal Arroyo.

Seorang pejabat senior intelijen Angkatan Darat mengatakan, para perwira lainnya yang terlibat juga punya hubungan dengan pihak oposisi politik yang gagal menyingkirkan Arroyo dengan satu mosi impeachment September lalu.

Dua presiden di Filipina disingkirkan oleh aksi pemberontakan rakyat dan paling tidak ada 12 usaha kudeta sejak tahun 1986.

Meskipun demikian, sejumlah pejabat pemerintah dan tokoh militer menganggap remeh laporan komplotan itu sebagai rumor dan propaganda hitam.

''Saya dapat menjamin anda kita akan menghadapi Natal dengan tenang,'' kata juru bicara presiden, Ignacio Bunye di Malaysia dalam KTT yang dihadiri Arroyo dan para pemimpin Asia lainnya. Dia menyebut berita itu sebagai ''percakapan di warung kopi''.

''Kami memiliki sejumlah nama para tersangka pemimpin komplotan itu tapi kami tidak dapat mengambil tindakan terhadap mereka karena keterlibatan mereka didasarkan pada laporan-lapran intelijen,'' kata pejabat intelijen itu kepada Reuters.(ant-26)

Kantor Pemilihan Gaza Diserbu

GAZA - Kelompok orang bersenjata dari faksi Fatah pimpinan Presiden Mahmud Abbas menyerbu kantor-kantor pemilihan dan bentrok dengan polisi di Jalur Gaza, Selasa kemarin. Kerusuhan tersebut bisa mengacaukan pemilihan parlemen yang dijadwalkan bulan depan.

Kerusuhan itu mendorong Komite Pemilihan Pusat menutup seluruh kantornya di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Para petugas tidak akan bekerja sampai Kementerian Dalam Negeri memberi mereka keamanan, kata kantor berita resmi Palestina.

Sekitar 100 anggota Brigade Syuhada al-Aqsa melepaskan tembakan ke udara ketika mereka menyerbu kantor-kantor pemilihan di Kota Gaza. Hal itu terjadi beberapa saat sebelum militan Hamas, rivalnya, diperkirakan mendaftarkan calonnya untuk mengikuti pemilihan, kata petugas pemilihan.

Pada saat yang sama, orang-orang bersenjata menyerbu kantor-kantor pemilihan di Kota Nablus, Tepi Barat, dan di Rafah dan Khan Younis di Jalur Gaza. Terjadi bentrok sengit dengan polisi di Khan Younis namun belum ada laporan tentang korban jiwa.(rtr-niek-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA