| Rabu, 14 Desember 2005 | INTERNASIONAL |
Protes WTO di Hong Kong, 9 TerlukaHONG KONG - Paling tidak sembilan orang terluka saat para pengunjuk rasa antiglobalisasi bentrok dengan polisi antihuru-hara di Hong Kong, Selasa kemarin. Unjuk rasa tersebut digelar saat perundingan Organisasi Perdagangan Bebas (WTO) dimulai di satu pusat konvensi yang jaraknya sekitar satu kilometer. Dua polisi mengalami luka ringan begitu juga dengan tujuh pengunjuk rasa, tiga di antaranya dibawa ke rumah sakit, kata juru bicara polisi Alfred Ma. Salah satu korban luka adalah anggota parlemen Marxist yang prodemokrasi ''Long Hair'' Leung Kwok-hung. Dia dikenal karena rambutnya yang panjang dan T-shirts Che Guevara-nya. ''Mereka (polisi) menyemprot saya dengan air merica berulang kali, di badan dan mata saya. Mereka memukul bagian kiri kepala saya. Saya kini pusing,'' kata Leung kepada Reuters, setelah meninggalkan rumah sakit. Ribuan aktivis antiglobalisasi kemarin berkumpul di Hong Kong, dengan diawasi satu operasi keamanan, untuk memprotes pertemuan itu. Resmi Dibuka Para pemerotes dari serikat buruh, organisasi non-pemerintah, dan partai politik meneriakkan yel-yel pertemuan tingkat menteri WTO itu. Pertemuan WTO yang beranggotakan 149 negara secara resmi dibuka kemarin, dengan tujuan mengurangi pajak dan hambatan-hambatan lain bagi perdagangan global dalam usaha membantu negara-negara miskin. Di bawah spanduk bertuliskan ''Tidak WTO'', ''Buang WTO'', dan ''Perdagangan Bebas untuk Semua'', sejumlah pemrotes menyerukan pembubaran badan dunia itu sementara yang lainnya mendesak pertemuan itu memberikan perhatian lebih besar pada kebutuhan kaum miskin. Unjuk rasa itu berlangsung di tengah optimisme terbatas bahwa kesepakatan baru perdagangan dunia akan dicapai dan Eropa dituding sebagai penyebab. ''Polisi mulai dikerahkan dalam jumlah besar untuk mencoba mengendalikan unjuk rasa,'' kata wartawan BBC dari tempat konferensi. Barisan petani Korea Selatan juga berpawai di Hong Kong untuk menentang WTO dan perdagangan bebas. Sebagian dari mereka bahkan melompat ke perairan pelabuhan Hong Kong dalam upaya berenang ke arah pusat konferensi. Ratusan aktivis antiglobalisasi lain juga melancarkan protes, dengan membawa spanduk raksasa sambil meneriakkan yel-yel dan menabuh genderang. (rtr-niek-ant-26) |