| Rabu, 14 Desember 2005 | INTERNASIONAL |
Eks Pemimpin Geng California Akhirnya Disuntik MatiSAN QUENTIN - Pro-kontra hukuman mati terhadap mantan pemimpin geng Stanley ''Tookie'' Williams berakhir sudah. Williams Selasa kemarin disuntik mati, 24 tahun setelah dia dinyatakan bersalah membunuh empat orang. Ratusan pendukungnya berkumpul di luar penjara San Quentin, di utara San Fransisco, tempat dia dinyatakan meninggal pukul 00.35 waktu setempat (15.35 WIB). Dia menyangkal melakukan pembunuhan dan, selama di penjara, berkampanye menentang kekerasan antargeng. Gubernur California Arnold Schwarzenegger mempertanyakan klaim bahwa Williams menebus dosanya, dan menolak memberi pengampunan. Para wartawan yang menyaksikan eksekusi itu mengatakan, suasana di ruang eksekusi suram. Menurut para wartawan, Williams memandang semua pendukungnya sebelum dia menghembuskan napas terakhir. Setelah kematiannya, para pendukung menyatakan: ''Negara Bagian California telah membunuh seorang pria yang tidak bersalah,'' kata penyiar televisi MSNBC Rita Cosby. Anggota keluarga salah seorang korban, Albert Owens, juga menyaksikan hukuman mati tersebut. Mereka, terutama ibu tiri Albert, Laura Owens, tampak gusar, kata Cosby. Sebelum dieksekusi dan masih berada di sel penjara, Williams menolak makan malam terakhir dan tidak mau bertemu dengan penasihat spiritual. Dia memilih minum susu dan membaca surat-surat dari para pendukungya, kata para petugas penjara. Tolak Beri Grasi Dia juga bertemu segelintir kawan yang tidak disebutkan namanya, tulis kantor berita Associated Press. Terry Thornton, juru bicara Departemen Penjara, menggambarkannya sebagai seorang yang ''pendiam dan banyak berpikir''. Senin malam lalu, Mahkamah Agung AS mengukuhkan keputusan MA California dan Pengadilan Banding Federal yang menolak penundaan pelaksanaan hukuman mati atas Williams. Dengan penolakan dari Mahkamah Agung AS, Williams sudah tidak memiliki jalan lain untuk menunda eksekusinya. Sebelumnya, Gubernur California menolak memberi pengampunan. ''Setelah mempelajari bukti-bukti, memeriksa sejarah, mendengar berbagai pendapat dan memikirkan berbagai konsekuensi dasar, saya tidak bisa menemukan pembenaran untuk memberikan grasi,'' kata Arnold Schwarzenegger. ''Berdasarkan bukti-bukti, tidak ada alasan untuk menolak keputusan bersalah juri atau mengajukan keraguan besar dan serius mengenai keputusan terhadap Williams dan terhadap vonis mati,'' tambahnya. Schwarzenegger sebenarnya berhak membatalkan vonis hukuman mati dan mengubahnya menjadi hukuman seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat. Pendiri Crips Williams adalah salah satu pendiri Crips, salah satu geng paling mematikan dan terbesar di dunia, di Los Angeles tahun 1971. Dia selama ini selalu menyangkal melakukan pembunuhan terhadap Albert Owens dalam sebuah penodongan di toko, dan pasangan imigran lanjut usia asal Taiwan serta anak perempuan mereka di sebuah motel milik mereka tahun 1979. Selama dipenjara 24 tahun, Williams dipuji karena buku-buku antikekerasan geng yang ditulisnya, dan mendapat nominasi Hadiah Nobel Perdamaian. Sebuah kampanye besar-besaran yang didukung banyak selebriti berjuang menyelamatkannya dari hukuman mati. Para pendukungnya termasuk peraih Piala Oscar Jamie Foxx, bintang rap Snoop Doggy Dogg, yang pernah menjadi anggota geng Crips, Uskup Desmond Tutu dan Pendeta Jesse Jackson. Akan tetapi, keluarga sebagian korban mengatakan, dia tidak patut mendapat pengampunan karena dia tidak mengakui kejahatannya dan menolak memberi informasi mengenai para anggota geng lainnya. Lara Owens mengatakan sebelum eksekusi dilakukan, dia merasa ''keadilan akan dilaksanakan malam ini''. ''Saya tidak senang bila hal ini disebut keputusan politik. Ini merupakan keputusan berdasarkan bukti-bukti,'' kata Owens seperti dikutip di situs internet CNN.(bbc-26) |