| Rabu, 14 Desember 2005 | EKONOMI |
sekilas ekonomiBPS Persiapkan Sensus Ekonomi 2006SEMARANG-Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng sedang mempersiapkan Sensus Ekonomi 2006. Sensus 10 tahun sekali ini, akan dilaksanakan secara bertahap hingga 2007. Untuk tahap awal, sensus akan mendaftar kegiatan usaha, kecuali sektor pertanian dengan mendapatkan nama dan alamat usaha, jumlah tenaga kerja dan omzet. Dengan demikian akan diperoleh populasi dan pemetaan kegiatan usaha. Selanjutnya, BPS secara lebih rinci akan membuat data tentang struktur ongkos, output dan permodalan. Dari pendaftaran itu akan diperoleh gambaran lengkap dunia usaha di Indonesia. ''Sensus ini merupakan kali ketiga. Saat ini kami telah mengadakan pelatihan bagi petugas sensus. Diharapkan sensus yang akan dimulai April-Mei 2006 ini, bisa tersosialisasikan dengan baik,'' kata Suharyono, Kepala Statistik Distribusi BPS Jateng baru-baru ini. Dibandingkan dengan program sensus-sensus BPS lainnya, kata dia, pelaksanaan Sensus Ekonomi lebih sulit, terutama untuk mendapatkan profil usaha. ''Banyak pengusaha yang enggan memberikan jawaban nyata saat didata petugas. Berbagai alasan diajukan. Padahal keterangan yang diperoleh dari pendataan itu sangat dibutuhkan,'' lanjutnya. Karenanya, dia berharap adanya sikap kerja sama dari masyarakat yang akan disensus. Sehingga akan mempermudah pelaksanaan dalam mendapatkan data. Data BPS menyebutkan, Sensus Ekonomi 1996 jumlah industri besar dan sedang di bawah satu persen dari total jumlah perusahaan di Indonesia sekitar 2,6 juta unit usaha manufaktur. (mhr-33) |