logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 14 Desember 2005 BUDAYA
Line

Memahami AIDS lewat Film

APA reaksi Anda jika tahu sahabat atau rekan kerja Anda terinfeksi virus HIV? Akankah Anda membantu atau menjauh? Lalu, jika saudara atau anggota keluarga Anda sendiri yang mengidapnya?

Bila ragu dengan jawaban itu, mungkin Anda perlu menyaksikan film Philadelphia yang dibintangi Tom Hanks. Film drama besutan Jonathan Demme (1994) itu melukiskan perjuangan seorang gay sekaligus ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) untuk bertahan hidup.

Kurangnya informasi yang memadai tentang homoseksualitas dan penyebaran virus HIV, membuat dia dijauhi oleh lingkungan sekitar.

Bahkan, awal-awal membuka diri, karakter advokat Andrew Becket yang diperankan Tom langsung diabaikan orang tuanya. Penolakan lebih keras datang dari tempat kerja. Tak lama setelah promosi, ia dipecat dengan alasan tak becus menangani tugas. Alasan pemecatan sebenarnya, ia seorang gay yang terinfeksi virus HIV.

Secara menyentuh, film yang menyabet dua Piala Oscar itu menggugat ketidakpekaan yang membuat penderita AIDS terluka dua kali. Pertama, virus yang diidapnya, dan kedua oleh lingkungan yang menolaknya.

Pesan moral itulah yang agaknya hendak dibidik penyelenggara ajang "Care Our Future, Fight For AIDS" di gedung Fakultas Sastra Undip Jl Hayam Wuruk Semarang, Selasa (13/12) siang kemarin.

Panitia penyelenggara yang merupakan mahasiswa Fakultas Sastra Indonesia angkatan 2003 itu, memilih Philadelphia untuk ditampilkan dalam kegiatan yang berkait peringatan Hari AIDS Sedunia.

Sekitar 200 pelajar dan mahasiswa larut mengikuti alur cerita film tersebut. Berkali-kali desah nafas berat terdengar di dalam ruangan saat tokoh utama menghadapi kesulitan.

Menurut Sutiyono, mayoritas penonton merupakan pelajar dari berbagai sekolah di Semarang. Tak hanya menonton film, mereka juga ikut terlibat dalam sarasehan tentang seluk beluk AIDS.

Sarasehan yang digelar setelah berakhirnya film, menghadirkan pembicara dokter Yoga (Griya Asa) dan Eny (Asa PKBI). Berbagai pertanyaan seputar AIDS dan ODHA pun diajukan kepada keduanya. Seperti halnya inisiatif panitia, antusiasme peserta untuk memahami penyebaran virus berbahaya itu patut dihargai. (Abduh Imanulhaq-56)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA