logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 14 Desember 2005 BUDAYA
Line

Krakatau Band Rilis Album Baru

  • Siapkan Tur Eropa dan AS

SOLO-Grup band Krakatau yang berdiri sejak 1984 tetap eksis dan terus berkarya hingga sekarang. Di sela-sela persiapan tur ke sejumlah negara Eropa dan AS, Krakatau tengah mempersiapkan album baru setelah album terakhir Magical Match.

Ditemui usai menyaksikan Pekan Komponis XI di Taman Budaya Surakarta (TBS), kemarin, salah seorang personelnya, Dwiki Darmawan mengungkapkan album tersebut tinggal mixing atau penyelesaian akhir saja.

''Master album yang kami rilis nanti sebelumnya sudah direkam di Toronto (Kanada) dan Chicago (AS),'' katanya.

Dalam album yang tengah dipersiapkan itu, Krakatau masih menjual idealisme dalam bermusik.

Album yang akan diberi judul Two World and The Rhythm of Reformation itu akan memadukan jenis musik jazz dan slendro.

Lagu dan instrumen musik yang dimainkan tujuh anggotanya, Dwiki (micro-tuned keyboard dan synthesizer), Pra B Dharma (fretless bass slendro), Adhe Rudiana (kendang, perkusi, simbal), Yoyon Darsono (rebab, suling, terompet, kecapi, vokal), Zainal Arifin (bonang, perkusi, vokal), Gerry Herb (drum), dan Nyak Ina Raseuki (vokal) itu pernah ditampilkan di Kanada dan AS. Yaitu ketika mereka konser dalam "Krakatau North America Tour'' tahun 2004.

''Bulan depan kami berharap rilis album baru itu sudah bisa selesai,'' kata suami Ita Purnamasari dan pemilik sekolah musik Farabi itu.

Bagaimana dengan persiapan tur ke Eropa dan AS? ''Rencana tur masih cukup lama, sekitar Agustus 2006. Tapi teman-teman terus latihan,'' jawab pria kelahiran 19 Agustus 1966 itu.

Lebih lanjut Dwiki yang juga pengurus Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) itu mengemukakan, tur Krakatau Band ke Eropa dan AS yang dilakukan tahun depan itu tidak beda dengan tur internasional sebelumnya. Krakatau Band masih akan menyajikan komposisi musik perpaduan antara jazz dan slendro.

''Saya bangga dengan kepercayaan yang diberikan. Saya akan memberikan yang terbaik. Indonesia punya kekayaan musik yang luar biasa yang bisa dieksplorasi,'' papar dia yang mengaku sudah sejak usia 14 tahun menggemari musik jazz. (G8-45)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA