logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 14 Desember 2005 BANYUMAS
Line

Pedagang Mulai Tempati Los Darurat

PURWOKERTO-Para pedagang korban kebakaran Pasar Jatilawang sejak kemarin menempati los dan kios darurat. Pemerintah membangun dua los dan tujuh kios darurat itu sepekan sesuai dengan janji.

''Senin (12/12) malam calon penghuni los diundi. Semua 46 pedagang, baik di los, emperan, maupun kios,'' kata Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Eddy Prabowo, kemarin.

Pasar Jatilawang di jalan raya Desa Tunjung, Jatilawang, terbakar Selasa (6/12) dini hari. Kebakaran itu membuat dua los dan tujuh kios ludes.

Eddy menyatakan los darurat dibangun di bagian belakang baratdaya pasar yang selama ini menjadi pasar kambing. Di tempat itu dibangun dua los darurat berukuran 3 X 15 m dan 3 X 9 m. Adapun kios darurat dibangun di depan kios yang terbakar menghadap ke dalam dengan ukuran 3 X 21 m.

Los darurat untuk menampung pedagang di los dan emperan yang terbakar. Kios darurat juga untuk lima pedagang di kios. ''Pedagang di emperan pun diberi tempat berjualan di los darurat. Setiap pedagang yang memiliki surat izin penempatan menempati los darurat berukuran 1,5 X 3 m,'' katanya.

Saat pengundian, petugas BPR/BKK juga datang. Sebab, para pedagang mengharapkan pinjaman lunak untuk modal. Namun dia tak tahu apakah antara pedagang dan BPR/BKK ada kesepakatan soal perjanjian pinjaman.

Pedagang yang jadi korban kebakaran dibebaskan dari kewajiban membayar retribusi selama menempati los darurat. Karena itu akan ada pendapatan yang hilang Rp 750.000/bulan dari retribusi kios dan Rp 450.000/bulan dari retribusi pedagang los.

''Mereka dibebaskan dari kewajiban membayar retribusi sampai los dan kios yang terbakar selesai dibangun lagi.''

Terminal Baru

Sementara itu rencana uji coba terminal baru dipastikan dilaksanakan 28 Januari 2006. Namun belum diketahui apakah uji coba melibatkan semua elemen. Sebab, saat ini keputusan DPRD soal itu belum turun.

Kepala Unit Pengelola Teknis Terminal Purwokerto Y Urip Suwito mengusulkan saat uji coba tidak hanya bus dan angkutan yang pindah. Pedagang juga harus pindah. Sebab, pedagang akan kehilangan pembeli jika tak ada bus dan angkutan.

Tri Wahyuni (27), pedagang buah-buahan, mengakui belum tahu kapan pindah ke terminal baru karena saat ini belum ada pemberitahuan resmi. Namun menurut rencana pengelola terminal akan menyosialisasikan pada 14 dan 24 Desember.

Urip memastikan 82 warung kecil serta 76 rumah makan dan kios di terminal lama mendapat tempat berdagang di terminal baru. Mereka adalah prioritas utama. Karena itu ada keringanan dalam pembayaran. Mereka membayar uang muka 25% dari harga tempat berjualan dan sisanya dapat mereka cicil 15 tahun.

Delapan lokasi lain yang direncanakan untuk agen perjalanan harus dibayar tunai sebelum ditempati. Namun Urip belum dapat menyebutkan nominalnya karena belum ada surat keputusan Bupati.

Dia juga berharap tak ada lagi pedagang asongan dan pengamen. Dia memastikan calo akan hilang dari terminal baru karena lokasi pengamanan di pemberangkatan bus akan diperketat. (G22-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA