logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 14 Desember 2005 BANYUMAS
Line

Zodia Ditanam di Desa Endemis Malaria

PURWOKERTO-Untuk mendukung keterwujudan Banyumas Sehat, Dinas Kehutanan dan Perkebunan kini mengembangkan zodia (Evodia suaveolens scheff). Tanaman pengusir nyamuk alami itu pada tahap pertama dibudidayakan di Desa Petarangan, Kecamatan Kemranjen, desa endemis malaria. Tanaman dari Papua itu saat ini berusia sekitar enam bulan.

''Di Desa Petarangan diuji coba 100 batang. Uji coba pertama tahun ini di desa itu karena merupakan endemis malaria,'' kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Wisnu Hermawanto, kemarin.

Tanaman antinyamuk itu ditempatkan di rumah penduduk. Saat ini baru 100 batang karena bibitnya langka dan relatif mahal, antara Rp 40.000 dan Rp 200.000/batang tergantung ukuran.

Bibit tanaman itu, kata dia, dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Bogor. Zodia juga bisa dijadikan tanaman hias di dalam pot atau di halaman dekat jendela atau pintu. Disebut sebagai tanaman antinyamuk karena bila tertiup angin daunnya mengeluarkan aroma khas yang tak disukai nyamuk.

Daun tanaman itu yang disuling mengandung linalool dan a-pinene. Itulah senyawa pengusir nyamuk. ''Namun tak bisa diletakkan di dalam kamar atau ruang terlalu lama. Bila manusia terlalu lama mencium aroma tanaman itu bisa pusing. Jadi perlu diatur kapan untuk mengusir nyamuk dan kapan dikeluarkan. Sebaiknya diletakkan di dekat jendela,'' ujar dia.

Setelah uji coba di Petarangan dinilai berhasil, pada tahun 2006 dikembangkan di desa atau kota lain yang masuk endemi malaria atau demam berdarah. Pertumbuhan tanaman itu lambat, karena dalam waktu enam bulan baru setinggi 30 cm. Bunga itu bakal menjadi buah yang bisa dijadikan bibit.(G23-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA