| Rabu, 14 Desember 2005 | BANYUMAS |
Jalur Kroya-Buntu DiperlebarCILACAP- Lapisan aspal jalan Buntu-Kroya tahun 2006 akan diperlebar dari 5 m menjadi 7 m. Pelebaran di sisi kanan dan kiri, sama-sama 1 m sepanjang 3 km. Proyek itu dibiayai dana APBD provinsi 2006 Rp 3 miliar. ''Kegiatan itu ditangani Dinas Bina Marga Jawa Tengah. Pelebaran itu untuk memperlancar arus lalu lintas antara Buntu dan Kroya. Sebab, sekarang arus kendaraan cukup padat. Kami sudah menyetujui anggaran Rp 3 miliar itu,'' kata Sekretaris Komisi D DPRD Jawa Tengah Taufick Muchtar, saat berkunjung ke Cilacap, kemarin. Dia menyatakan kunjungan kerja itu dipimpin Ketua Komisi Maulen Sinaga dan diikuti 19 anggota. Kunjungan berlangsung tiga hari, Senin-Rabu (12-14/12). Selain meninjau ruas jalan Buntu-Kroya, mereka meninjau pemeliharaan jalan di Kecamatan Adipala sepanjang 1,2 km. Proyek itu dibiayai dana APBD provinsi 2005 Rp 1,7 miliar. Kepala Unit Pelaksana Teknis Bina Marga Wilayah Cilacap Priyono menyatakan target yang akan diperlebar Buntu-Kroya-Adipala 17 km. Namun karena dana yang dialokasikan tahun 2006 hanya Rp 3 miliar, pada tahap pertama ruas jalan yang diperlebar baru 3 km. ''Namun yang diperlebar bukan badan jalan, melainkan aspalnya. Semula lebar aspal di ruas jalan Buntu-Kroya hanya 5 m. Pelebaran tak mengenai tanah warga karena masih berada di atas badan jalan.'' Rombongan juga meninjau penambangan batu kapur di Nusakambangan. Penambangan dilakukan PT Semen Cibinong Tbk untuk bahan baku semen. Dari Nusakambangan, mereka meninjau PLTU Karangkandri. ''Selama ini Komisi D belum pernah meninjau proyek PLTU,'' ujarnya. (ag-53) |