| Rabu, 14 Desember 2005 | BANYUMAS |
Disepakati Bentuk Pengelola DiengBANJARNEGARA - Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo akhirnya sepakat membentuk Badan Pengelola dan Pengembangan Dieng untuk mengelola Dataran Tinggi Dieng pada masa depan. Kesepakatan itu mereka capai dalam pertemuan di kompleks wisata Tambi yang dipimpin Wakil Bupati Wonosobo Muntohar, kemarin. Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno menyatakan badan tersebut merupakan kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo. Pemerintah Provinsi akan melakukan studi kelayakan dan menyusun cetak biru yang selanjutnya disahkan menjadi peraturan daerah tingkat provinsi dan kabupaten. Pembiayaan diserahkan ke Pemerintah Provinsi. Selanjutnya penghitungan saham badan pengelola dan pembagian keuntungan secara proporsional. Saham bukan hanya berupa uang, melainkan juga potensi kekayaan wilayah dan objek wisata daerah masing-masing. ''Kerja sama hanya menyangkut objek poros (utama), yakni Telaga Warna, kompleks candi, dan Kawah Sikidang. Kawasan jeruji atau objek di luar tetap dikelola kabupaten masing-masing sambil menunggu pembentukan badan pengelola,'' kata Hadi Supeno. Akan Dioptimalkan Untuk persiapan ke arah itu, kata dia, Banjarnegara dan Wonosobo sepakat membentuk sekretariat bersama berpusat di Pendapa Soeharto-Withlam, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara. Sekretariat itu menangani hal-hal yang berkait dengan penanganan Dieng. ''Kami berharap tahun 2007 pengelolaan Dieng secara profesional sudah berjalan,'' katanya. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Setiawan menambahkan, pada masa transisi ini model pengelolaan masih menggunakan kerja sama selama ini. Bentuk kerja sama yang berlangsung baik dengan Wonosobo akan dioptimalkan. Misalnya dalam promosi, keamanan, dan pembangunan masyarakat. Dia mengisyaratkan badan pengembangan tersebut akan berkutat pada soal konsep dan pengembangan Dieng. Adapun badan pengelola bertanggung jawab atas teknis operasional di lapangan. (mos-53) |