| Rabu, 14 Desember 2005 | BANYUMAS |
Proyek Jembatan Cibereum TerlambatCILACAP- Pengerjaan jembatan di Sungai Cibereum yang menghubungkan Kecamatan Kedungreja dan Gandrungmangu, terlambat. Sampai sekarang baru 22%. Padahal, proyek lain sudah selesai 100%. Proyek Rp 4,886 miliar lebih itu dikerjakan PT Adi Bima Pratama, Cilacap. Pengerjaan jembatan selebar 7 m dan panjang 178 m itu dilakukan berdasar surat perintah kerja bernomor 602.10806. 1a/TL/35/2005 tertanggal 8 Juni 2005. ''Pembangunan jembatan itu terlambat akibat beberapa faktor. Salah satu menunggu pengerjaan fondasi kerangka baja selesai 15 Desember,'' kata Bupati Probo Yulastoro saat menerima rombongan Komisi D DPRD Jawa Tengah, Senin malam (12/12). Selain itu, kata dia, curah hujan tinggi juga menghambat pengerjaan proyek itu. Sebab, setiap kali hujan deras air Sungai Cibereum selalu meluap. Pada saat banjir, pengerjaan fondasi dihentikan. Dia menyatakan pemerintah tahun ini mendapat dana bantuan pembangunan dari provinsi Rp 10.771.652.000. Pemerintah Kabupaten menyediakan dana pendamping Rp 1.258.266.000. Jadi total dana pembangunan Rp 12.029.918.000. ''Secara umum pembangunan sampai akhir Desember selesai 100%. Cuma satu baru 22%, yaitu pembangunan jembatan Sungai Cibereum,'' katanya. Dia menyatakan sangat berharap bantuan dan perhatian provinsi ditingkatkan pada masa datang. Sebab, masih banyak masalah atau kegiatan harus dilakukan. Butuh Bantuan Permasalahan itu meliputi pengembangan daerah perbatasan Jawa Tengah-Jawa Barat, pembangunan jalan koridor Cilacap-Kuningan lewat Kuta Agung, Kecamatan Dayeuhluhur, pembangunan daerah irigasi Sidareja-Cihaur, operasionalisasi dan pemeliharaan Bendung Menganti. Juga rehabilitasi ruas jalan Bolang-Rancah (Ciamis), penanganan pendangkalan laguna Segara Anakan yang merupakan alur pelayaran Cilacap-Kalipucang, serta penanganan pembalakan liar di Nusakambangan. ''Kami juga menghadapi beberapa permasalahan sosial, seperti kemiskinan dan kesehatan. Untuk mengatasi semua permasalahan itu, kami sangat membutuhkan bantuan dan perhatian provinsi,'' katanya. (ag-53) |