SUARA MERDEKA
 
INDEKS INTERNASIONAL Selasa, 13 Desember 2005

KUALA LUMPUR - Deklarasi kelompok regional ASEAN Senin kemarin memusatkan agenda pada Myanmar. Para pemimpin negara-negara ASEAN secara tegas meminta kepada junta militer untuk membebaskan pemimpin Aung San Suu Kyi dari tahanan rumah.

BAGDAD - Pemilihan parlemen dimulai Senin kemarin di rumah sakit-rumah sakit, kamp militer, dan bahkan penjara di seluruh Irak. Amerika Serikat berharap bisa membantu memadamkan perlawanan sehingga pasukan AS bisa mulai ditarik pulang.

ULM - Khaled el-Masri berbicara dengan tenang, namun penjelasannya yang panjang lebar dan datar hampir tidak mengubah ekspresi mereka. Saat itu, dia menyatakan lagi tujuan yang menjadi obsesinya.

MONROVIA - Polisi Liberia menyemprotkan gas pemedih mata untuk membubarkan para pendukung George Weah yang mengamuk di daerah pinggiran Monrovia. Amuk massa itu dipicu pidato Weah soal tuduhan bahwa dia dicurangi dalam pemilihan presiden November lalu.

SYDNEY - Perdana Menteri John Howard mengimbau warga Australia untuk menumbuhkan sikap toleransi antaragama dan etnis, Senin kemarin. Imbauan itu dia lontarkan menyusul kerusuhan rasial di Sydney. Menurut polisi, kerusuhan itu dipicu oleh sentimen supremasi kaum kulit putih.

BEIRUT - Anggota parlemen Lebanon anti-Suriah Gebran Tueni tewas dalam ledakan bom mobil di Beirut timur, Senin kemarin. Pengemudinya juga tewas dalam ledakan tersebut. Ledakan itu menewaskan dua orang lainnya dan melukai 10 orang lagi di daerah Mekalis.

MANILA - Militer Filipina membongkar komplotan serdadu pembangkang yang berusaha menggulingkan Presiden Gloria Macapagal Arroyo. Rumor upaya kudeta itu beredar saat Arroyo berada di Malaysia untuk mengikuti pertemuan ASEAN.

LAHORE - Sedikitnya 40 orang tewas dalam insiden kebakaran bus yang membawa rombongan kerabat dan sahabat keluarga pengantin di Lahore, Pakistan timur. Polisi kemarin mengatakan percikan kembang api telah menyulut tangki bahan bakar dan membakar bus tersebut.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA