| Selasa, 13 Desember 2005 | PANTURA |
"Agar Tak Bertengkar "BAGI Warti (45), peristiwa yang dia alami mungkin takkan pernah terlupakan sepanjang hidup. Bayangkan, menantunya (Cahyadi) selama ini dianggap anak baik yang diharapkan dapat membahagiakan anaknya. Ternyata, sang menantu tega-teganya melakukan tindakan keji yang mengancam jiwanya. "Saya sebenarnya hanya ingin menyarankan agar mereka tidak bertengkar," katanya. Menurut dia, ketika Safiayatun (23) - sang anak - cekcok dengan Cahyadi (25), dia sebenarnya hanya ingin memberikan saran yang baik. Namun, saran itu ditanggapi dengan kasar oleh menantunya. Bahkan, tanpa dinyana si menantu mengambil pedang dari dalam kamar dan langsung membacokkan senjata tajam tersebut ke arah kepalanya. Secara spontan, dia menutup kepalanya dengan kedua tangan. Karena bacokan dilakukan berkali-kali, jari kelingkingnya putus dan jari manis tangan kiri juga nyaris putus. Dia juga mengalami beberapa luka bacokan di bagian kepala. Warti mengaku sempat tidak sadarkan diri. "Yang saya ingat, dia sambil membacokkan pedang mengatakan saya selalu ikut campur urusan rumah tangganya," katanya. Setelah menjalani perawatan intensif di RS, kondisi Warti berangsur-angsur pulih.(Wawan Hudiyanto) |