logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 13 Desember 2005 OLAHRAGA
Line

Panpel Jajaki Kenaikan Harga Tiket

JEPARA- Panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persijap masih menjajaki kemungkinan kenaikan harga tiket penonton untuk musim kompetisi 2006. Meski demikian suara yang muncul ke permukaan mengisyaratkan tiket penonton akan naik.

"Kami belum membahas kenaikan tiket penonton itu. Namun dalam waktu dekat kami akan segera membicarakannya dengan pengurus, manajemen, dan perwakilan suporter," kata Sutedjo, ketua panpel yang baru.

Sutedjo yang juga menjabat sebagai seksi bidang pembinaan organisasi Pengurus Daerah PSSI Jateng, Jumat lalu, terpilih menjadi ketua panpel musim kompetisi 2006. Dia menggantikan ketua panpel lama Asisten II Setda Jepara Sutedjo S Sumarto.

Tadi malam panpel yang baru mengadakan pertemuan bersama pelatih, manajemen, serta perwakilan dari suporter. Namun, pertemuan tersebut belum membahas atau memutuskan tarif tiket.

"Pertemuan masih membahas hal-hal yang sifatnya umum mengenai bagaimana menyambut kompetisi dari sisi penyelenggaraan,' ' kata Sutedjo.

Meski demikian, dia tidak menampik kemungkinan ada perubahan harga. "Kalaupun toh ada kenaikan harga tiket, mungkin khusus untuk tribune tertutup di sebelah barat," ujarnya. Untuk tribune terbuka di sebelah utara, timur, dan selatan, kemungkinan tidak ada perubahan.

Kebijakan

Pada musim kompetisi 2005, tribune tertutup bertarif Rp 15.000/orang, sedangka tribun terbuka Rp 10.000/orang. Dalam 15 pertandingan resmi, masing-masing 12 pertandingan home di pentas liga dan tiga pertandingan home arena Piala Indonesia, pemasukan dari tiket penonton mencapai Rp 1,6 miliar. Sebenarnya pertandingan home liga adalah 13 kali. namun ada satu partai yang harus tanpa penonton akibat sanksi PSSI, yaitu pertandingan saat menjamu Persegi Gianyar di putaran kedua kompetisi.

Sutedjo mengatakan, panpel baru akan merumuskan segala kebijakan pertandingan setelah 16 Desember mendatang. Karena panpel baru akan mengetahui petunjuk peraturan penyelenggaraan kompetisi dari PSSI pada 16 Desember. "Pada tanggal tersebut seluruh panpel klub peserta kompetisi Divisi Utama akan mengikuti workshop yang diselenggarakan PSSI di Jakarta. Jadi kami masih menunggu hasil workshop tersebut," katanya.

Selain diikuti panpel, workshop juga akan dihadiri perwakilan manajemen dari setiap klub.

Panpel akan menggelar rapat pleno setelah 16 Desember dengan agenda sosialisasi dari hasil acra itu. Tidak menutup kemungkinan dalam pertemuan PSSI nanti juga membahas relasi klub dan suporter, dimana Badan Liga Indonesia (BLI) memutuskan suporter merupakan bagian yang tak terpisahkan dari klub.

"Dari keputusan ini, mau tidak mau kami harus menjalin pembicaraan intensif dengan kelompok-kelompok suporter,"imbuhnya.

Sementara itu Sutikno, pengurus Jepara Tifosi Mania (Jetman), salah satu kelompok suporter Persijap mengungkapkan, pihaknya akan bersikap proaktif untuk membicarakan relasi suporter bersama klub, terutama panpel.

Dia juga memaklumi seandainya panpel menaikkan harga tiket. "Kalau khusus untuk tribune tertutup, kami tidak keberatan," katanya. (H15-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA