logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 13 Desember 2005 WACANA
Line

Surat Pembaca

Rusak Makin Parah

Kerusakan jalan dari depan Puskesmas Pringapus sampai Desa Jatirunggo Klepu Ungaran, makin parah. Lubang begitu banyak hingga nyaris jalan tidak dapat dipilih lagi untuk dilewati. Di depan puskesmas tersebut ada pungutan bagi setiap mobil yang lewat berdasar SK Bupati Semarang No OP/420/99/1978.

Di ruas tertentu kadang beberapa orang "kreatif" menyikapi keadaan. Mereka menambal jalan dengan tanah dan meminta uang kepada pengendara mobil/motor. Tambalan ala kadar itu bila kena hujan jadi lumpur. Niat baik para penambal tidak kesampaian, malah yang muncul kesan negatif.

Di jalur ini lalu lintas cukup padat, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja/sekolah. Di tepi jalan ini pula Bu Ambar, Wakil Bupati Semarang, berasal. Pak Bupati, masih relevankah SK yang terbit 27 tahun lalu itu sebagai dalih untuk pungutan. Kapan jalan yang sudah 3 tahun rusak itu diperbaiki?.

Drs Junaidi ES

Jl Wamena I/118 Beji, Ungaran

***

Soal Bunuh Diri

QS An Nisaa 29-30: "Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu, Dan barang siapa berbuat, demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka kami kelak akan memasukkan ke neraka yang demikian adalah mudah bagi Allah".

Rasulullah SAW juga bersabda: "Barang siapa membunuh diri dengan (menggunakan alat) besi, sedangkan besi itu dari tangannya sendiri (lalu) ditusukkan pada perutnya, maka ia akan masuk ke dalam neraka jahannam yang kekal untuk selama-lamanya".

"Dan barang siapa menerjunkan diri dari atas gunung yang menyebabkan ia mati, maka ia akan dimasukkan ke neraka jahannam (untuk) selama-lamanya". (Sahih Bukhori, riwayat Abu Hurrairah).

Memang setiap orang bakal menjumpai kematian baik lambat maupun cepat. Bisa karena sakit payah atau sebab lainnya seperti kecelakaan dan musibah. Hal yang demikian masih dalam batas kewajaran dan umum terjadi.

Tetapi ada pula kematian yang di luar kewajaran dan dilakukan oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab dan hilang keseimbangannya sehingga mengambil jalan pintas dan nekad. Mengapa sampai tega dan lupa diri berbuat demikian, karena imannya lemah dan putus asa.

Dia beranggapan, dengan kematian pupus dan sirnalah segala kesulitan dan penderitaan. Di samping mati mengenaskan dan membuat orang lain susah, dia akan menanggung siksa dimasukkan ke neraka jahanam selama-lamanya. Semoga kita meninggalkan dunia fana ini dengan khusnul khotimah (akhir yang bagus).

M Doni Suharsono

Jl Mendut IX/21Kalipancur, Semarang

***

Iklan Gula

Sebuah asosiasi pabrik gula telah memasang iklan setengah halaman koran untuk mempromosikan produknya dengan slogan "Gurih berkat gulaku dan sehat tanpa MSG", seolah-olah makan gula lebih sehat (termasuk penderita diabetes?) ketimbang makan MSG/vetsin.

Iklan menonjolkan Rudy Choirudin, seorang ahli masak kesohor yang memberi resep masakan "Gurame Asam Manis". Sayangnya iklan tersebut membohongi masyarakat, seolah-olah gula bisa membuat gurih masakan.

Resep yang berisi 70 gram gula tersebut mengandung 200 ml/250 gram saos tomat, garam, kecap asin, bawang Bombay dan 500 gram saos ikan. Menurut The Journal of Nutrition saos ikan bikinan Jepang tersebut mengandung 1,35 persen asam glutamat bebas.

Jadi dalam resep itu terkandung 6,2 gram asam glutamat yang setara dengan 7 gram MSG/vetsin. Saos ikan itu sejak zaman Yunani kuno telah dibuat dan diekspor ke negara-negara Eropa lain. Kesimpulannya, yang membikin rasa gurih, bukan gula melainkan garam, saos tomat, kecap ikan, saos ikan, bawang Bombay yang semuanya mengandung glutamat 2,4 gram/kilogram ikan.

Drs Sunarto P

Jl Patiunus 8, Kebayoran Baru, Jakarta

***

Uang Pendaftaran UFO

Saya minta klarifikasi pimpinan PT Usaha Jaya Ficooprasional Jakarta tentang dugaan penggelapan uang pendaftaran anggota MLM UFO atau PBJ Card no 00699651 saya sebesar Rp 3.365.000. Oknum pelakunya mengaku dari manajemen PT Perwakilan Kendal, dengan penanggung jawab Bapak Ikhwan.

Dari uang pendaftaran tersebut, saya dijanjikan akan memperoleh produk senilai 1000 poin. Namun kenyataannya saya baru mendapat produk senilai Rp. 300 ribu atau sekitar 105 poin saja. Setiap akan mengambil hak saya, tidak dilayani dan hanya dijawab, uang saya telah dilarikan "pihak manajemen".

Hal ini membingungkan karena manajemen tersebut sebenarnya siapa. Untuk sementara ada indikasi perusahaan telah tutup mata. Mohon pertanggungjawaban manajemen untuk mengusut tuntas dan mengembalikan sisa uang yang saya setor (fotokopi pembayaran terlampir).

Muhamad Nur Sodiq

Kebonharjo Rt 2/Rw 3 Patebon, Kendal

***

Lagi - lagi Telkomsel

Keluhan saya sama dengan yang dialami Sdr Wahyu Timbul Sasongko di Trosemi RT 2/RW 3 Gatak, Sukoharjo (Surat Pembaca 27 November 2005). Saya juga kecewa terhadap Telkomsel sebab di tempat saya Kecamatan Punggelan, Banjarnegara susah mendapatkan sinyal walau sudah menggunakan antena luar.

Memang ada beberapa desa yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Wanadadi, sinyalnya penuh dan stabil tetapi cuma di daerah persawahan yang jarang penduduknya. Sedang pusat keramaian berada di sekitar Desa Punggelan (pasar Manis), Karangsari, Kecepit, Danakerta (pasar Pon).

Apa memang Telkomsel tidak mengetahui kalau di Kabupaten Banjarnegara ada Kecamatan Punggelan.

Kalau memang menjangkau seluruh kecamatan di Jawa-Bali kapan Telkomsel memasang BTS di daerah saya

Melfina Prabawati

Karangsari Rt 1/Rw 1, Banjarnegara

***

Produk Sharp

Saya membeli produk VCD player Sharp yang belum habis masa garansinya, tetapi sudah tidak bisa digunakan secara manual (langsung ke playernya), harus pakai remote. Karena masih garansi, saya bawa ke penjualnya, Mentari Jaya Electronic Plaza Pekalongan Blok B/14.

Tapi sampai 4 bulan lebih player belum juga jadi. Alasannya player diservis ke Semarang. Mereka mengatakan, kalau sudah jadi akan menghubungi saya. Yang jadi pertanyaan, kapan jadinya atau berapa bulan lagi harus menunggu.

Saya baru beli tapi baru pakai beberapa bulan sudah rusak dan servisnya bahkan berbulan-bulan. Terus kapan saya menggunakan. Gimana nich Sharp, kan sudah punya nama baik. Tolong playerku

Eni Kusrini

Jl Stasiun KA 1 Rt 1/Rw 7, Comal

***

Untuk Bupati Demak

Saya dilahirkan orang tua yang berdomisili di Desa Kuncir Kecamatan Wonosalam Demak merasa prihatin atas kondisi serta kehidupan warga Desa Trengguli, Kuncir, Mojo Demak dan Demung.

Hanya uluran tangan Ibu Bupati, satu-satunya harapan warga dapat terwujud sebab mau mendengar jeritan hati rakyatnya

Perlu Ibu ketahui, sudah berpuluh tahun jalan desa yang mengakses ke jalan raya Semarang - Demak berjaraknya 10 Km rusak parah. Jalan tersebut berlubang menganga, lebih parah lagi berubah jadi tambak ikan yang ditempuh hampir satu jam.

Padahal di Kecamatan Wonosalam terdapat hampir 20.000 jiwa di 4 desa tersebut. Sungguh ironis, saat desa-desa tertinggal "digalakkan" pembangunannya, malah di desa-desa Kecamatan Wonosalam terjadi kontraproduktif,

Sudah tak terbilang berapa kali warga mengajukan permohonan ke para pejabat setempat bahkan ke DPRD, namun dianggap angin lalu. Tak terhitung pula berapa kali ada peninjauan tetapi semua janji mereka untuk merehabilitasi jalan tersebut tak pernah terwujudkan.

Maret 2006 pilkada Demak akan dilaksanakan, tiada salahnya Ibu sebagai panutan dan pilihan, warga desa-desa di Kecamatan Wonosalam berharap akan memangku jabatan untuk kali kedua sebagai kepala daerah yang tanggap dan bijaksana akan kepentingan wong cilik.

Herman

Purworejo Rt 4/Re 1 Jenu, Tuban


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA