| Selasa, 13 Desember 2005 | NASIONAL |
Dua Nelayan Disambar Petir, Satu TewasKENDAL- Seorang nelayan tewas dan seorang lainnya luka serius akibat tersambar petir saat melaut. Musibah itu terjadi saat mereka menaiki perahu sopek yang menyusuri muara Sungai Bandengan, wilayah Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kendal Kota, Senin (12/12) pukul 14.15. Korban tewas adalah Saefullah (20), sedangkan korban luka yaitu Ngatiman (23). Masing-masing warga RT 6 RW 3 dan RT 3 RW 4, Kelurahan Bandengan, Kendal Kota. Berdasarkan keterangan di lapangan, peristiwa tersebut berawal ketika kedua nelayan yang juga kakak-beradik itu berniat mencari ikan bawal. ''Keduanya berangkat sekitar pukul 14.00 saat hujan gerimis, tiba-tiba terdengar suara petir menyambar,'' tutur Suminto (42), paman kedua korban, menirukan cerita Ngatiman di rumah duka, kemarin sore. Beberapa saat setelah petir menyambar, lanjut dia, Ngatiman terkejut saat melihat bagian ubun-ubun kepala adiknya mengeluarkan asap putih. ''Saefullah saat itu ambruk di atas perahu dan tidak sadarkan diri. Beberapa saat kemudian Ngatiman juga pingsan. Keduanya ditemukan beberapa nelayan lain, untuk selanjutya dibawa pulang serta dilarikan ke RSUD Dr Soewondo Kendal.'' Kedua korban mendapat perawatan selama dua jam. Sekitar pukul 16.00 Saefullah meninggal di ruang UGD. Sementara itu kakaknya, Ngatiman, tertolong jiwanya. ''Ngatiman baru siuman pukul 16.00, dan selanjutnya menceritakan musibah yang dialami kepada kami. Dia sekarang telah pulang ke rumahnya. Namun masih teringat musibah yang menimpanya.'' ''Saefullah akan dimakamkan di pemakaman desa pada Selasa pagi,'' kata Suminto didampingi ayah korban, Solichin (50). Keduanya tidak luka bakar serius di tubuhnya. (G15-29t) |