| Selasa, 13 Desember 2005 | NASIONAL |
Seorang Nenek Tewas DibunuhSEMARANG - Warga Perumahan Klipang, Kelurahan Sendangmulyo, Tembalang semalam digemparkan oleh tewasnya salah satu tetangga mereka. Rumini (67), nenek yang tinggal di Blok O-10 Nomor 6, ditemukan sudah tak bernyawa dengan luka di kepala. Pelaku dan motif pembunuhan belum diketahui secara pasti. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, polisi menduga peristiwa itu dilatarbelakangi masalah utang-piutang antara korban dan tetangganya. Pelaku diduga jengkel karena berkali-kali ditagih oleh Rumini, sehingga memutuskan untuk menghabisi nyawa sang nenek. Jenazah korban ditemukan kali pertama oleh cucunya, Indri (23) dan pacarnya, Ari (25) serta adiknya, Bayu (20) pukul 19.30. Posisi korban terlentang di lantai ruang makan. Kepala bagian belakang mengeluarkan darah. Mulutnya tersumpal kain. Di dekat jenazah, polisi menemukan sebuah ulekan dari batu yang bernoda darah. Benda yang dipakai tersangka untuk membunuh itu disita sebagai barang bukti. Polisi juga membawa sebuah buku milik korban yang berisi daftar orang-orang yang berutang kepadanya. Polisi sudah mencurigai salah satu di antara mereka. Mengancam Menurut Indri, beberapa waktu lalu neneknya bercerita bahwa orang yang dicurigai itu pernah mengancam akan membuat perhitungan bila korban terus-terusan menagih. ''Nenek saya cerita, dia sampai harus pergi ke orang pintar agar orang itu mau membayar utang. Tapi sampai sekarang utang itu belum juga dilunasi,'' ujar Indri, yang amat terguncang dengan peristiwa itu. Indri menuturkan, ketika pulang kerja pukul 17.00, dia mendapati rumah dalam keadaan tertutup rapat. Seluruh pintu dan jendela terkunci. Indri mengira neneknya pergi. Ia pun menunggu. Lama-kelamaan dia curiga karena hingga pukul 19.00 korban tak juga pulang. Indri lantas menelepon pacarnya, Ari dan adiknya, Bayu. Tak lama kemudian keduanya tiba. Mereka memutuskan masuk dengan cara mendobrak pintu samping. Ketiga orang itu terperanjat melihat Rumini tergeletak tak bernyawa. Kapolres Semarang Selatan AKBP Harry Nartanto mengungkapkan, pelaku diduga dua orang, salah satunya wanita. Hal ini terlihat dari keberadaan dua gelas minuman yang disuguhkan korban kepada tamu yang membunuhnya. Dugaan itu dikuatkan dengan keterangan tetangga korban yang melihat ada dua orang datang bertamu ke rumah korban, kemarin petang. Salah satu di antara kedua orang itu adalah wanita berambut panjang. Pelaku hampir dapat dipastikan sudah kenal dengan korban. ''Kami menemukan sidik jari yang diduga milik pelaku pada gelas tersebut. Kemungkinan motif pembunuhan itu karena masalah utang-piutang. Sejauh ini tidak ditemukan unsur perampokan karena tidak ada barang milik korban yang hilang,'' ujar Harry. (G6,G3-29v) |