logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 13 Desember 2005 NASIONAL
Line

Presiden SBY Mendorong Terbentuknya Piagam ASEAN


Presiden SBY - SM/dok

KUALA LUMPUR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendorong agenda utama deklarasi pembentukan Piagam ASEAN, yang akan menjadi kerangka hukum dan kelembagaan bagi negara-negara anggota perhimpunan tersebut dalam membentuk komunitas keamanan, ekonomi, dan sosial-budaya pada 2020.

Presiden tiba di tempat penyelenggaraan KTT ASEAN, di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC) pada pukul 08.20 waktu setempat. Dia disambut oleh PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi sebagai tuan rumah KTT Ke-11 ASEAN.

Rombongan Indonesia yang ikut tiba bersama Presiden Yudhoyono antara lain Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Menko Perekonomian Boediono, Menteri Perdagangan Mari Pangestu, Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi.

Presiden sendiri dalam pertemuan di KTT didampingi oleh Menlu Hassan Wirajuda dan Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal, yang bertindak sebagai penerjemah.

Selain Yudhoyono, pertemuan ASEAN itu dihadiri PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi, PM Singapura Lee Hsien Loong, PM Thailand Thaksin Shinawatra, Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo, Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, PM Vietnam Phan Van Khai, PM Laos Bounnhang Vorachith, PM Kamboja Samdech Hun Sen, dan PM Myanmar Letnan Jenderal Soe Win.

KTT ke-11 dibuka oleh PM Ahmad Badawi sekitar pukul 08.30. Para kepala negara/ pemerintahan ASEAN itu melakukan pembicaraan selama sekitar satu jam.

Mereka membahas perkembangan di kawasan serta dunia internasional, kerja sama internal ASEAN, serta kerja sama eksternal ASEAN.

Dalam rangka pembentukan piagam yang akan menjadi kerangka hukum dan kelembagaan bagi ASEAN itu, para pemimpin menunjuk Eminent Persons Group (Kelompok Ahli) yang diberi mandat untuk menyiapkan dan memberikan rekomendasi kepada para pemimpin ASEAN tentang aturan, norma dan berbagai hal lainnya yang akan diatur dalam Piagam ASEAN.

EPG itu mencakup 10 anggota, yang masing-masing berasal dari 10 negara ASEAN, sementara Indonesia dalam EPG diwakili oleh diplomat handal yang juga mantan Menteri Luar Negeri Ali Alatas.

Menurut sumber-sumber di kalangan diplomat, masing-masing negara ASEAN sebelumnya harus melakukan ratifikasi terlebih dahulu di negara mereka sebelum akhirnya Piagam ASEAN dapat disahkan.

Belum ada perkiraan mendalam tentang berapa lama proses pembentukan Piagam ASEAN itu akan memakan waktu. Namun, beberapa diplomat memperkirakan keseluruhan isi piagam sudah dapat disepakati antara tahun 2007 hingga 2010.

Pada Senin malam, para kepala negara/ pemerintahan ASEAN menghadiri jamuan santap malam terbatas, yang juga akan dihadiri oleh para anggota EPG yang akan mempersiapkan Piagam ASEAN.

Asia Terbuka

Sementara itu, Perdana Menteri India Dr Manmohan Singh mengungkapkan, layaknya NAFTA dan Uni Eropa, Kawasan Perdagangan Bebas (FTA) Pan-Asia akan menjadi perhimpunan regional yang dinamis, terbuka, dan inklusif.

''Hal itu memang bukan proses yang mudah, namun saya yakin FTA adalah satu-satunya jalan untuk maju,'' kata PM Manmohan dalam KTT Bisnis dan Investasi ke-3 ASEAN.

''Saya percaya Komunitas Asia Timur merupakan proses alamiah perluasan hubungan ASEAN-India,'' kata dia, ''Dan FTA ASEAN-India bisa menjadi langkah pemula proses tersebut.''

Menurut PM Manmohan, ide dasar FTA adalah upaya penciptaan kerja sama yang lebih erat di antara negara-negara ASEAN dan India, ''Kami percaya hal itu bisa dicapai bila satu sama lain telah mengetahui kekuatan dan kelebihan, kunci kesuksesan terletak pada sinergi.''

Dalam hal volume kerja sama ekonomi, PM Manmohan menegaskan pihaknya optimistis perdagangan bilateral antara ASEAN dan India dapat meningkat dua kali lipat pada tahun 2007, mencapai angka 30 miliar dolar AS. (ant-rtr-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA