logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 13 Desember 2005 MURIA
Line

Warga Eks Timor Timur Dibantu

JEPARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara melalui Badan Kesbanglinsos, Senin (12/12), menyerahkan bantuan kepada 58 keluarga asal Timor Timur yang tinggal di Jepara. Setiap keluarga menerima uang bantuan pemberdayaan keluarga Rp 3.500.000. Penyerahan bantuan dilakukan di ruang rapat II Setda.

Kepala Badan Kesbanglinsos Kabupaten Jepara Sulaiman Effendi SH MM MH mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemkab terhadap warga negara Indonesia asal Timor Timur yang tinggal di Jepara.

"Berdasarkan hasil pendataan ulang, kami mencatat 58 keluarga eks Timor Timur yang terdiri atas 125 jiwa. Sebelumnya telah ada beberapa bantuan. Karena keterbatasan dana dan sarana prasarana, kami menyadari bantuan ini belum sepenuhnya memenuhi harapan warga," katanya.

Meski terbatas, Sulaiman berharap bantuan tersebut dapat mencapai sasaran, yakni bisa dimanfaatkan untuk kegiatan usaha produktif dan dapat meningkatkan pendapatan.

Selain bantuan tersebut, Pemkab melalui dana APBD juga memberikan bantuan perbaikan rumah Rp 4.000.000 kepada Amancio, salah seorang warga dari Timor Timur. Mereka yang menerima bantuan itu sudah tinggal di Jepara sejak 1990 dan sebagian lainnya baru tiga tahun.

Ke-58 keluarga itu tersebar di Kecamatan Batealit (23 keluarga), Kecamatan Mlonggo (12 keluarga), Kecamatan Jepara (11 keluarga), Kecamatan Tahunan (6 keluarga), Kecamatan Pecangaan (4 keluarga), dan Kecamatan Mayong serta Welahan masing-masing satu keluarga. Mereka tergabung dalam kelompok yang mereka sebut Komite Nasional Korban Politik (Kokpit).

Di Kos-kosan

Alex, salah seorang dari mereka, kepada Suara Merdeka menyatakan terima kasih kepada Pemkab yang telah memperhatikan nasib mereka. "Sebagian besar dari kami memang belum memiliki rumah sendiri, dan tinggal di kos-kosan. Bantuan ini akan kami gunakan untuk usaha kecil-kecilan," kata Alex yang telah berganti nama menjadi Ahmad Muhajirin itu.

Dia menambahkan, warga Timor Timur sebenarnya memiliki keahlian khusus untuk mengembangkan usaha, yaitu membuat sosis. Ada sebagian dari mereka yang telah menjalankan usaha membuat dan menjual sosis. "Selain bekerja di industri furnitur, kami juga mau mencoba mengembangkan lagi usaha ini (membuat dan menjual sosis)," tambah dia yang enggan kembali ke tanah kelahirannya itu. (H15-15n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA