| Selasa, 13 Desember 2005 | MURIA |
Baru 15 SMK Perikanan Jadi UnggulanJEPARA - Kualitas pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Perikanan dan Kelautan di Indonesia masih variatif. Ada yang sudah mencapai tataran sekolah unggulan, dengan kualitas lulusan punya sertifikasi kemampuan berstandar internasional; tapi banyak pula yang masih perlu ditingkatkan. "Di Indonesia ada 162 SMK Perikanan dan Kelautan dengan kualitas yang beragam. Saat ini, baru ada 15 yang sudah menjadi centre, dan dalam tiga tahun ke depan kami harapkan sudah berkembang menjadi 30, dan seratus sebagai sister ," kata Dr AB Susanto MSc, staf ahli Direktorat Menengah Kejuruan (Dikmenjur) Depdiknas, pada pembukaan Diklat Nautika Perikanan Kelautan, di Asrama Mahasiswa Kampus Kelautan Undip di Teluk Awur, Jepara, kemarin. Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Undip yang biasa dipanggil Abe itu mengungkapkan, perhatian Depdiknas untuk meningkatkan mutu SMK diwujudkan secara bertahap. Untuk meningkatkan mutu pendidikan, selain dengan peningkatan kualitas guru, juga menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan di luar negeri. "Setiap SMK perikanan dan kelautan, nantinya harus memiliki keunggulan program studi. Contohnya, SMK Mundu Cirebon dalam bidang nautika (pelayaran-red), serta SMK di Jepara dalam bidang budi daya dan pengolahan rumput laut," paparnya. Hal senada juga disampaikan Dra Anies Mucktiany yang hadir mewakili Direktur Dikmenjur. Guru-guru SMK, kata Anies, harus punya keunggulan yang dibuktikan dengan sertifikasi berkelas internasional. "Kalau ingin lulusan SMK diakui di dunia internasional, mutu lulusannya ya harus mampu bersaing dengan negara lain," katanya. Perkuliahan Padat Dekan FPIK Undip, Prof Dr Johannes Hutabarat MSc, saat membuka pendidikan itu mengatakan, pelaksanaan diklat nautika perikanan kelautan merupakan awal dari 15 program workstation Perikanan dan Kelautan Undip untuk jangka lima tahun ke depan. Program itu merupakan bagian dari tekad FPIK Undip sebagai marine scientific station. Ketua panitia, Dr Ir Bambang Yulianto DEA (Ketua Workstation Perikanan dan Kelautan Undip) mengatakan, diklat akan berlangsung 12 Desember 2005 hingga 12 Januari 2006. Perkuliahan itu padat, berlangsung siang dan malam dengan bobot teori dan praktek masing-masing 50 persen. Untuk selanjutnya, bobot praktik akan dikembangkan 60 persen. Pendidikan dihitung setara dengan 25 satuan kredit semester (SKS).(kar-61a) |