| Selasa, 13 Desember 2005 | MURIA |
90 UKM Terima Pinjaman LunakJEPARA- Sebanyak 90 pelaku usaha kecil menengah (UKM) menerima pinjaman lunak dari pemerintah pusat masing-masing Rp 1.300.000. Pinjaman itu dimaksudkan untuk membantu pelaku usaha yang sedang tertatih menjalankan roda usahanya. Pinjaman tersebut terlaksana atas kerja sama Kumpulan Tiyang Jepara (KTJ) dengan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans). "Sebenarnya ini masih sangat terbatas. Namun, kami bersyukur bisa merealisasi usulan tersebut untuk membantu memberikan pinjaman lunak kepada pelaku usaha kecil menengah di Jepara," kata Sudarto, sekretaris Umum KTJ. Batas pengembalian dana tersebut, tuturnya, Februari 2008, terhitung sejak Januari 2006. "Setiap bulan peminjam mengembalikan Rp 50.000 tanpa ada bunga. Dana tersebut disalurkan melalui rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI), demikian pula pengembaliannya," tuturnya. Mengenai penerima pinjaman lunak itu, paparnya, berasal dari setiap kecamatan di Jepara. Kriterianya adalah mereka yang memiliki usaha kecil dan perlu bantuan dana untuk pengembangan. Selain menerima bantuan dana, dalam sepekan, sejak Senin (12/12) mereka menerima pelatihan dengan materi peningkatan sumber daya manusia serta materi manajemen usaha dengan instruktur dari Badan Peningkatan Produktivitas Disnakertrans Provinsi Jateng. "Dalam pelaksanaan ini kami dibantu oleh Disnakertrans kabupaten," kata dia, dengan menjelaskan setiap peserta juga menerima uang saku Rp 20.000/hari. KTJ mengakui, meski mereka dalam perantauan, tetap tidak melupakan daerah asal. Pengurus KTJ ada sekitar 70 orang, dengan jumlah anggota 5.000 orang. Mereka tinggal di Jepara sebagai perantau dengan menekuni berbagai profesi, mulai pejabat, pengusaha, artis sampai mahasiswa.(H15-61s) |