logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 13 Desember 2005 MURIA
Line

''Untung Saya Masih Sabar''

MESKI dalam kondisi panik saat duel bersama tersangka pencurian sepeda motor di Kelurahan Panggang, Brigadir Maryanta masih bisa mengendalikan diri. ''Polisi mana yang tidak panik saat dicekik pencuri. Apalagi tubuh saya diinjak-injak saat pencuri ingin keluar dari mobil yang terguling,'' tutur Maryanta.

Dia mengaku saat kejadian itu masih bisa berpikir jernih. ''Nyaris saja saya tembak tubuh pencuri itu, namun saya tidak ada saksi. Akhirnya saya arahkan senjata saya ke kaki pencuri itu. Saya tidak bisa bayangkan jika saya turuti emosi saya, pencuri itu bisa saja saya bunuh,'' katanya dengan nada sedikit geram.

Bagi Maryanta, duel bersama pelaku tindak kriminal itu adalah kali yang kedua. Kejadian pertama pernah ia alami pada sekitar 1998. Saat itu ia terlibat penggerebekan terhadap tersangka perampokan emas di sebuah rumah di Desa Pendosawalann Kecamatan Kalinyamatan. Saat itu banyak petugas yang menemaninya. Namun mereka putus asa karena tersangka tak ada.

Maryanta penasaran, lalu naik ke atas plafon rumah. Di atas plafon itu Maryanta menemukan pelaku perampokan, lalu terlibat duel. ''Saya dihantam batu bata, namun saya berhasil menembak kakinya,'' kenangnya. Tersangka lantas berhasil dibawa ke Polres setelah duel di atap itu. (H15-15)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA