| Selasa, 13 Desember 2005 | MURIA |
Diborgol, Pencuri Nekat Mencekik PolisiJEPARA- Kejadian dramatis mewarnai kasus penangkapan pencurian sepeda motor di Kelurahan Panggang RT 1 /RW 3 Kecamatan Kota, Jepara, Senin (12/12) pukul 00.30. Masrukan (33), warga Desa Mulyoharjo, Kecamatan Kota, pelaku pencurian itu, nekat mencekik Brigadir Maryanta di dalam mobil saat perjalanan menuju Kantor Polres. Perkelahian berakhir, setelah Maryanta melumpuhkan pencuri itu dengan beberapa tembakan di kaki dan tangan pencuri itu. Kapolres Jepara AKBP Drs Fakhrizal melalui Kasat Reskrim Iptu Indra Gunawan yang disampaikan Kanit Idik Ipda Rosyid Hartanto, membenarkan adanya kejadian itu. "Kami mengakui, ini kejadian yang langka, meski kami akhirnya bisa mengatasinya dengan baik. Anggota kami (Maryanta) memang terluka akibat kejadian itu. Namun dia sukses melumpuhkan pelaku pencurian yang telah menjadi target kami," kata Rosyid, kemarin. Tersangka yang asli Demak itu mencoba mencuri motor Supra X bernopol K-3740-SL milik Dwi Purnomo (30), warga setempat yang diparkir di luar rumah. Saat pemilik motor bersama rekan-rekannya sedang asyik nonton siaran langsung sepakbola di televisi, tiba-tiba terdengar bunyi sepeda motor. Panonton televisi langsung berhamburan keluar dan menghakimi pencuri tersebut. Setelah babk belur, tersangka dijembut oleh Brigadir Maryanta, sendirian dengan mengendarai mobil. Polres masih belum bisa memintai keterangan dari tersangka, karena masih dirawat di ruang Cempaka RS Kartini, akibat luka tembak dan memar. Kaki kanan tersangka tembus oleh peluru, demikian tangan kanannya saat ditembak Brigadir Maryanta dalam duel menegangkan itu. Sementara wajah tersangka masih babak belur akibat dihajar massa yang memergoki aksi pencurian tersebut. "Dia (tersangka) belum bisa bicara dengan normal, sehingga kami masih menunggu sampai dia bisa bicara," katanya. Sementara itu, Brigadir Maryanta saat ditemui di Kantor Satreskrim sore kemarin, mengatakan, kejadian itu sebagai sesuatu yang amat menegangkan dan berisiko tinggi. Polisi kelahiran Kulonprogo 25 Agustus 1969 itu lantas menceritakan kronologi kejadian. Malam itu, Maryanta sedang ada di dekat SPBU Bulu dengan membawa mobil Suzuki Carry bernopol K-8808-CC. Pada pukul 00.30 ia menerima telepon dari Isa, warga kelurahan Panggang RT 1/ RW 3, bahwa terjadi pengeroyokan massa kepada seorang pencuri. "Mas cepet selak mati malinge," tutur Maryanta menirukan Isa yang meneleponnya. Ia lantas menuju lokasi tanpa ditemani petugas lain. "Saya benar-benar tergesa-gesa waktu itu, hingga saya tidak mengajak teman," lanjutnya. Sesampainya di tempat kejadian, massa masih memukuli tersangka hingga babak belur. Oleh Maryanta, aksi pengeroyokan itu lantas dihentikan. Tersangka diborgol dan dimasukkan ke dalam mobil Carry. Tersangka duduk di kursi tengah, sementara Maryanta menyetir sendiri mobil itu. Dia meminta kepada pemilik motor untuk membuntutinya di belakang, sambil membawa barang bukti itu ke Polres. "Saya tidak menduga tersangka yang sudah babak belur itu nekat berbuat yang tidak-tidak kepada saya," kata Maryanta. Namun dugaanya meleset. Mobil yang ia setir baru berjalan kurang lebih 100 meter, tersangka mendadak mencekik lehernya. Akibatnya setir lepas dari tangan, sementara kaki Maryanta tak bisa menjangkau pedal gas dan rem. Mobil akhirnya oleng ke kiri lalu menabrak trotoar di depan Puskesmas Kota dan akhirnya terguling. Setelah itu tersangka mencoba keluar dari mobil lewat kaca depan yang terlepas. "Saat dia keluar tubuh saya diinjak-injak. Lalu saya ikut keluar dan mengejar dia," lanjut lulusan Secaba Purwokerto pada 1991/1992 itu. Dalam jarak 15 meter ia menembakkan senjatanya ke arah tersangka dan mengenai kaki kakan dan tangan kanan tersangka. Massa yang tak jauh dari tempat itu langsung menuju lokasi duel, dan menemui tersangka. Pengeroyokan dilanjutkan hingga tersangka lebih babak belur. "Saya langsung bawa lagi tersangka ke RS Kartini," lanjut Maryanta yang mengalami luka serius pada siku kirinya akibat duel tersebut. (H15-15) |