| Selasa, 13 Desember 2005 | SEMARANG |
Menata Foto, Merajut KekompakanSKOLASTIKA Priska Setianingtyas (4,5) terlihat begitu asyik bekerja. Dengan cekatan, tangan mungilnya memilah foto, menggunting kertas, atau menempelkan stiker starform untuk memperindah karyanya. Sesekali, siswa TK Taman Putra Banyumanik itu menyimak arahan yang diberikan oleh Chatarina Yekti (36), ibunya. Mereka berdua tengah membuktikan kekompakan ibu-anak, untuk menata foto-foto menjadi komposisi yang indah. Ya, pasangan ibu-anak Priska-Yekti merupakan salah satu peserta Lomba Menata Foto yang digelar di lantai III Ada Setiabudi, Minggu (11/12) lalu. Lomba dalam rangka Hari Ibu itu diikuti oleh lebih dari 70 pasangan peserta. Sesuai aturan main yang ditetapkan penyelenggara, tiap pasangan terdiri atas ibu dan anak. ''Selain hasil akhir berupa komposisi foto yang bagus, tiap peserta dituntut untuk unjuk kerja sama tim. Artinya, penataan foto tidak cuma dilakukan oleh ibu, melainkan harus disertai keterlibatan sang buah hati,'' ujar Yanuar Wega Vidi Tama dari PT Lulu Indonusa, yang menyelenggarakan kegiatan kreatif itu. Suasana lomba sangat semarak. Sebagian peserta terlihat berhasil melakukan pembagian tugas dengan baik. Adegan yang ditampilkan, merepresentasikan keharmonisan hubungan antara ibu dengan anaknya. Ketika sang ibu menggunting foto, si anak sibuk mengambilkan peralatan yang diperlukan mamanya. Pada sudut lain, ada ibu yang dengan telaten memberikan contoh kepada putrinya untuk menggunting dan menempelkan foto. Namun, ada pula peserta yang tidak berhasil menampilkan kerja sama itu. Lihatlah, saat ibunya asyik mengerjakan prakarya, anaknya memilih untuk menjadi penonton saja. Malah, ada pula anak yang lebih suka bermain sendiri, ketika ibunya tenggelam dalam kegiatannya. ''Namanya juga anak-anak, biar saja mereka bermain. Yang penting, mereka bisa senang karena berkumpul dengan teman-teman sebayanya,'' ujar salah seorang ibu. Lebih Bercerita Yanuar mengatakan, selama ini kalangan awam menganggap, album foto hanya tempat menyimpan hasil potret. Belum banyak yang menyadari, dengan sedikit sentuhan foto yang disimpan dalam album bisa lebih hidup dan bercerita. Dengan ketrampilan menata yang baik, benar, dan indah, foto yang disimpan di album akan kuat lagi makna kenangannya. ''Apakah menata foto yang baik, benar dan indah hanya bisa dilakukan oleh para profesional? Ternyata tidak. Buktinya, kerja sama ibu-anak yang terlihat dalam lomba menata foto ini, bisa menciptakan karya yang menarik,'' tambahnya. Tak heran, pasangan Priska-Yekti dipilih menjadi the best team oleh juri, kendati komposisi foto bertema ''Natal 2004'' yang mereka tata tidak terlampau bagus. Kekompakan mereka berdua, dan terutama keaktifan Priska menjadi pertimbangan utama pemberian gelar itu. Terpilih sebagai juara I dalam lomba itu, pasangan Maidiani Zahra Kurnianisa (5,5)-Imaniah Kusumo Riani (33). Komposisi foto bertajuk ''Icha & Zaki Tahun 2005'' karya mereka dinilai kreatif, indah, dan memiliki konsep yang jelas. Pasangan ibu-anak itu berhasil menata dengan konsep interaksi bunga dan kupu-kupu. Warna-warna cerah yang digunakan, serta ornamen yang ditampilkan, menjadikan karya warga Jl Brumbungan II itu, layak menjadi juara. Bersama mereka, pasangan A Cintya Patatala (2)-Diana Rizky (31) terpilih menjadi juara II, dan Septian Adi Nugroho (5)-Suciyanti (32) juara III. (Achiar M Permana-44) |