logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 13 Desember 2005 SEMARANG
Line

Motor Perwira TNI Dicuri di RST

SEMARANG - Kasus pencurian motor di Semarang terus terjadi. Meski beberapa pelaku sudah ditangkap dan ada yang ditembak mati, pencuri yang lain bermunculan. Sasaran mereka makin beragam dan tak pandang bulu siapa korbannya.

Bahkan, kompleks Rumah Sakit Wira Bhakti Tamtama (RST) yang dikelola Kodam IV/Diponegoro di Jalan Dokter Sutomo pun menjadi sasaran. Kali ini yang kehilangan motor adalah Letnan Satu (Lettu) Suradiyo (40), perwira yang bertugas di Bagian Keuangan Kodam IV/Diponegoro.

Lelaki asal Desa Mulo, Wonosari, Gunungkidul yang sehari-hari tinggal di asrama TNI Jalan Kesatrian, Jatingaleh itu terpaksa merelakan Honda Supra X AB-5409-SD warna hitam-biru miliknya disikat maling. Akibatnya, dia menderita kerugian lebih kurang Rp 10 juta.

Kejadian itu terjadi antara Minggu (11/12) malam sekitar pukul 20.00 hingga Senin (12/12) pagi sekitar pukul 05.30.

Minggu malam, motor itu dipakai anak buahnya, Sersan Andi, yang hendak menjenguk seorang kerabatnya yang sedang dirawat di RST.

Motor diparkir di depan kantin. Sepanjang malam itu konsentrasi Andi terpusat pada kerabatnya yang sedang sakit sehingga dia tidak mengecek kendaraan tersebut. Lagi pula, Andi merasa keadaan aman-aman saja karena ada beberapa penjaga yang mengawasi sekitar rumah sakit.

Telah Raib

Senin pagi sekitar pukul 05.30, Andi berniat pulang. Dia terkejut mendapati motor milik atasannya telah raib.

Dia bertanya kepada tukang parkir dan beberapa staf rumah sakit tetapi tak seorang pun yang mengetahui. Sadar motor pinjaman itu disikat pencuri, dia segera menghubungi Suradiyo yang kemudian datang ke RST. Siang harinya Suradiyo melapor ke Polwiltabes.

Diduga, sebelum menyikat kendaraan korban, pelaku berusaha mencuri motor lain yang diparkir bersebelahan. Kunci motor itu sudah dirusak dan dalam keadaaan on namun mesinnya tak bisa dihidupkan karena dipasangi kunci rahasia.

Korban merasa heran, motornya bisa hilang padahal di kompleks rumah sakit banyak orang lalu-lalang termasuk para petugas jaga dan aparat TNI.

Dia tak menampik kemungkinan keterlibatan orang dalam. ''Kemungkinan itu bisa saja terjadi,'' ujar Suradiyo saat melapor ke aparat Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) Polwiltabes. Dia menyebutkan, beberapa tahun lalu juga pernah terjadi kejadian serupa. Belakangan diketahui, pelakunya adalah oknum orang dalam. (G3-37j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA