| Selasa, 13 Desember 2005 | SEMARANG |
Lisus Landa Tugurejo, Belasan Rumah RusakSEMARANG- Hujan deras disertai angin lisus yang melanda Kampung Tugurejo, Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Senin (12/12) siang merusakkan belasan rumah, kandang ternak, dan menumbangkan beberapa pohon. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pengamatan Suara Merdeka di lapangan menunjukkan, rumah-rumah yang rusak berada di wilayah RT 5 dan RT 6 RW 5, serta RT 5 RW 1. Atap-atapnya porak-poranda. Genteng-genteng pecah dan seng beterbangan. Selain itu mengakibatkan genangan air di beberapa gang perumahan Korpri Tugurejo. Kencangnya angin mendorong air melalui selokan ke arah permukiman tersebut. Karena terjadi korsleting, listrik di kawasan tersebut sempat padam selama satu jam. Sementara sejumlah kandang ternak milik warga RT 6 RW 1 rubuh. Namun karena mereka bertindak cepat, kambing-kambing yang berada di dalamnya dapat diselamatkan. Menurut penuturan Ny Asmah (52), seorang warga, angin lisus datang sekitar pukul 14.00 dari areal pertambakan di sebelah barat laut kampung Tugurejo. Angin besar yang berputar itu bergerak cepat menyapu pinggiran kampung dan berhenti di lapangan sepakbola Tugurejo. Wujudnya besar dengan warna putih dan suara yang bergemuruh. ''Saya kira ada kereta lewat, habis suaranya hampir sama. Tapi setelah tahu itu angin lisus, saya lemas, dan mengucap takbir berkali-kali. Angin itu saya lihat naik turun beberapa saat sebelum akhirnya menghilang ke arah pertambakan di sebelah timur kampung,'' kata Asmah. Datangnya lisus, lanjut dia, sangat mendadak, yakni di tengah hujan dan angin kencang yang telah berlangsung sejak pukul 13.00. Cuaca kembali normal sekitar pukul 15.00. Warga segera memperbaiki kerusakan rumah-rumah mereka secara bergotong royong. ''Perbaikan rumah yang kami lakukan alakadarnya saja. Yang penting bisa buat ngiyup malam ini (kemarin- Red),'' kata Musri (33), warga RT 6 RW 1 yang atap rumahnya rusak. Peristiwa serupa, imbuh dia, pernah terjadi Kampung Tugurejo pada tahun 2003 dengan skala lebih besar. Namun, setiap terjadi bencana semacam itu, tidak pernah ada perhatian dari pemerintah. Lurah Tugurujo, Eko Sri Anjarini saat dihubungi melalui telepon genggamnya tidak aktif. Sekretaris Kelurahan, Tri Hardjono mengatakan, hingga kemarin petang pihaknya belum menerima data pasti kerusakan rumah warga akibat lisus tersebut. Dia mengatakan, angin itu juga merusakkan atap kantor kelurahan. Beberapa genteng sempat ikut terbang dibawa angin sehingga mengakibatkan tempias di beberapa bagian. "Saat angin ribut kami masih berada di dalam kantor. Kami belum menerima laporan kerusakan dari warga sehingga belum bisa menghitung nilai kerugian yang diderita warga. (H6,knd-44) |