| Selasa, 13 Desember 2005 | INTERNASIONAL |
Intelijen Bongkar Rencana Kudeta ArroyoMANILA - Militer Filipina membongkar komplotan serdadu pembangkang yang berusaha menggulingkan Presiden Gloria Macapagal Arroyo. Rumor upaya kudeta itu beredar saat Arroyo berada di Malaysia untuk mengikuti pertemuan ASEAN. Seorang pejabat militer kemarin mengatakan, kelompok tentara pembangkang itu berencana menjalankan aksinya sebelum Natal atau awal tahun baru. Upaya kudeta itu tampaknya akan memanfaatkan isu kecurangan pemilu yang dilakukan oleh Arroyo. Kasus kecurangan pemilu tersebut saat ini sedang dibahas Senat dan DPR Filipina. Jenderal militer itu mengatakan sejumlah serdadu dan polisi berencana mengambil alih pangkalan-pangkalan penting militer di Manila. Kemudian, mereka akan menuntut Arroyo mundur. Arroyo sejak Minggu lalu berada di Kuala Lumpur, Malaysia, untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) Association of Southeast Asian Nations (ASEAN). Menurut laporan intelijen, para serdadu pembangkang itu akan memaksa militer untuk mendukung upaya kudeta mereka. Tujuan mereka adalah membentuk pemerintahan militer-sipil. Perwira Ditangkap ''Kami masih menunggu gerakan mereka. Namun, kami sudah menyiapkan pukulan balasan yang lebih keras,'' kata jenderal itu kepada Reuters. ''Sejauh ini mereka tidak berani bergerak. Mungkin, mereka tahu bahwa kami sudah siap menghadapi aksi mereka.'' Beredar rumor bahwa beberapa perwira militer ditangkap. Namun pihak militer tidak memberikan konfirmasi mengenai kabar penangkapan itu. Pejabat militer mengatakan, mereka terus mengawasi gerakan pasukan dan tanda-tanda pembangkangan apa pun. Namun laporan intelijen mengatakan, satu batalyon Marinir dan beberapa regu komando polisi siap mengambil alih sebuah pangkalan udara dan tiga pangkalan Angkatan Darat di Manila. Aparat keamanan bersiaga penuh di sekitar Manila sejak keberangkatan Arroyo ke Kuala Lumpur Minggu lalu. Arroyo akan berada di Malaysia selama empat hari. Polisi bersenjata berat berpatroli di sekitar istana kepresidenan. Beberapa kendaraan lapis baja juga terlihat di sana. ''Kapan pun presiden meninggalkan negara, Angkatan Bersenjata Filipina memberlakukan siaga merah. Itu merupakan prosedur operasional standar,'' kata Kolonel Tristan Kison, juru bicara militer. Dia membantah rumor tentang upaya kudeta oleh sejumlah tentara pembangkang. Namun seorang pejabat tinggi militer mengatakan Angkatan Bersenjata akan menegakkan konstitusi dan menghukum para serdadu mbalelo. ''Angkatan Bersenjata berada dalam situasi puncak dan membela konstitusi,'' kata Ignacio Bunye, juru bicara Arroyo, dalam wawancara radio di Malaysia. Diplomat AS Paul Jones mengatakan Amerika tidak akan mendukung langkah-langkah apa pun untuk menggulingkan Arroyo melalui kudeta militer.(rtr-ben-25) |