logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 13 Desember 2005 INTERNASIONAL
Line

Pendukung George Weah Mengamuk

MONROVIA - Polisi Liberia menyemprotkan gas pemedih mata untuk membubarkan para pendukung George Weah yang mengamuk di daerah pinggiran Monrovia. Amuk massa itu dipicu pidato Weah soal tuduhan bahwa dia dicurangi dalam pemilihan presiden November lalu.

Weah dan Partai Kongres untuk Perubahan Demokratik (CDC) menyatakan, pemilu 8 November lalu dicemari kecurangan. Pemilu itu dimenangkan mantan menteri keuangan Ellen Johnson Sirleaf.

Polisi antihuru-hara bersenjatakan pentungan dan alat pelindung plastik mengepung markas partai Weah setelah lebih 1.000 pendukungnya memblokir jalan. Mereka melemparkan batu ke kaca depan mobil dan ke polisi di jalan dekat kompleks partai tersebut. ''Tanpa George Weah, tidak ada Liberia'' teriak para pengunjuk rasa. Lalu lintas di jalan raya dekat kantor-kantor partai Weah, salah satu jalan utama di tengah kota Monrovia, macet.

Komisaris Polisi Joseph Kerkulah mengemukakan, ''Yang kami lakukan sekarang adalah melindungi nyawa dan harta benda, jadi kami harus mengerahkan polisi antihuru-hara untuk menjamin arus lalu lintas lancar.''

Sejumlah pengunjuk rasa juga cedera. Sejumlah penduduk lokal menyatakan marah atas pidato Weah. ''George Weah perlu ditahan. Beberapa dari kami di CDC tidak mendukung aksi ini. Pembelaan diri hendaknya diizinkan,'' kata pendukung CDC, Samuel K Wleh mengacu pada penyelidikan komisi pemilihan tentang pengaduan Weah. (ant-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA