| Selasa, 13 Desember 2005 | BUDAYA |
Menuju Beatles AbisPADA malam ''A Tribute to John Lennon: Refleksi 25 Tahun Tewasnya Sang Pemimpi'', Sabtu (10/12) di Gedung Pusat Kebudayaan Asia Afrika Bandung, suasana diramaikan penampilan grup G-Plucks. Menurut Ketua Bandung Beatles Community, Rahmanto Sudarjat, inilah grup pengusung nomor-nomor Beatles yang paling sempurna saat ini di tanah air. ''Mereka tak hanya detail pada lagu, tapi juga harmonisasi, instrumen yang dimainkan dan tampilannya yang benar-benar Beatles,'' tandasnya. Penampilan G-Plucks pada malam itu setidaknya memang menjawab penilaian tersebut. Perpindahan dari lagu-lagu sangat kental dengan akses British, performa setiap personelnya dimirip-miripkan dengan personel Beatles yang asli yang diimbangi dengan performa yang memikat. Lagu-lagu yang didendangkan hampir tak jauh beda dengan aslinya. Applaus ratusan penonton pada malam itu adalah buktinya. G-Plucks diawaki Adnan Sigit (gitar, berpenampilan ala John Lennon), Awan Garnida Kartadinata (bas, Paul McCartney), Wawan HID (gitar, George Harisson), dan Benny Pratama (drum, Ringgo Star). Mereka berdiri pada akhir 2001. Sebelum bergabung, masing-masing personel menjadi anggota grup lain yang juga memainkan lagu-lagu grup asal Liverpool tersebut. Wawan HID misalnya sempat memperkuat Barata. Merek Gitar Menurut Awan, atmosfir Beatles sangat terasa begitu pertama kali bergabung. ''Jodoh kali, karena menemukan aura Beatles itu sulit,'' katanya. Karena ingin sempurna betul, mereka berkorban. Awan tadinya bukan bassis kidal, tapi pada awal-awal membentuk grup, dia belajar kidal. Aksen British pun dipelajarinya mengingat perannya sebagai Paul McCartney. Komposisi lagu-lagu yang mencapai 300-an pun diolah agar mirip benar saat pertunjukan di panggung, termasuk alat-alat pendukung. Mereka mencari bas merek Hofner, gitar Gretsch, dan Ricken-bacher's yang dipakai grup legendaris tersebut. Tak hanya itu, pakaian pun mereka mencari desainnya, plus bahan yang digunakan. ''Desain jas, kami pun ingin otentik, dengan mencari-cari aksesorinya,'' katanya. Soal lagu, Awan mengaku tidak semuanya dapat dimainkan secara pertunjukan di panggung. Dia mencontohkan lagu ''Tommorow Never Knows''. ''Meski begitu, untuk lagu-lagu lainnya kami ingin sound-nya benar-benar kena,'' tandasnya. (Setyadi dwie-43) |