| Sabtu, 10 Desember 2005 | OLAHRAGA |
Lini Belakang Tidak TenangJAKARTA- Hasil imbang 3-3 saat menghadapi Osotspa, sore kemarin di Stadion Kuningan, membuat Pelatih PSIS, Sutan Harhara sedikit kecewa. Meski demikian, mantan pelatih PSMS Medan itu menghargai usaha anak-anak asuhannya yang telah berjuang mati-matian. Selain itu, dia juga mengakui klub dari negara Gajah Putih itu memang tangguh, meski di pertandingan perdana Piala Emas Bang Yos III lalu dikalahkan Persija Jakarta 1-5. ''Saya sudah katakan kepada pemain, Osotspa merupakan tim bagus dan solid. Meski kalah 1-5 dari Persija, mereka tidak boleh diremehkan. Dalam pertandingan tersebut terbukti, mereka tim matang,'' katanya. Sutan mengakui pada babak pertama, anak-anak asuhannya terus ditekan lawan. Bahkan, permainan Indriyanto Nugroho dkk tidak bisa berkembang. Lapangan tengah pun lebih dikuasai lawan. Tak keliru jika Sutan memuji penampilan gelandang Osotspa, Wangsat Worawut dan Aukarapong Thongchai. Mereka dinilai sebagai otak permainan tim asal Thailand. Manajer PSIS, Yoyok Sukawi bahkan mengungkapkan rasa tertariknya melihat penampilan duo gelandang itu. ''Mereka sangat bagus. Jika bisa, kami ingin merekrutnya,'' tutur Yoyok seusai pertandingan. Disinggung soal gol-gol yang terjadi di gawang I Komang Putra, Sutan menilai hal itu merupakan kecelakaan yang dilakukan pemain belakang. Fofee Kamara, Idrus Gunawan, dan Eko Prasetyo, bermain kurang tenang. Bahkan cenderung demam panggung menghadapi tekanan-tekanan para pemain Osotspa yang cepat dan lincah. Karakter Keras ''Permainan kami juga bagus. Hanya, pemain belakangnya kurang tenang sehingga gol pertama dan kedua bisa terjadi. Hal itu akan kami evaluasi lebih lanjut,'' katanya. Permainan keras yang diperagakan anak-anak Semarang sering membuahkan ketegangan-ketegangan, namun masih dalam batas kewajaran. Bahkan, permainan seperti itulah yang diinginkan Sutan saat kompetisi nanti. ''Itu karakter permainan yang saya inginkan. Keras, tapi tetap menjunjung tinggi sportivitas,'' tutur mantan arsitek Persikota Tangerang itu. Hanya, permainan keras itu ternyata dikeluhkan pelatih Osotspa, Bovona Watnadiiok. ''Permainan PSIS menjurus kasar,'' tegasnya. Dia juga mengaku kecewa dengan penalti yang diberikan wasit Puji Suprayitno. Menurutnya, penalti tersebut tidak perlu diberikan. Mengingat, pemainnya tidak melakukan handsball di kotak terlarang. Pasalnya, bola tidak menyentuh tangan tapi pinggul salah satu pemain belakangnya. ''Wasit kurang jeli. Itu bukan pelanggaran. Pemain kami tidak melakukan handsball,'' katanya. Ketika dimintai tanggapan tentang dua pemainnya, Wangsawat dan Aukarapong yang diminati PSIS, Bovona Watnadiiok menyatakan dia tidak akan melepaskannya. ''Kami berpendapat sama dengan mereka. Kedua pemain tersebut bagus. Jadi, akan tetap di tim ini,'' tandasnya. (H13, wgm-40) |