| Sabtu, 10 Desember 2005 | OLAHRAGA |
Djibril Tunggu Keputusan PSSIPADANG- Eks pemain PSIS Semarang yang kini membela Semen Padang, Diallo Abdoullaye Djibril, sampai saat ini masih menunggu keputusan PSSI terkait izin bermainnya di Indonesia. Gelandang serang asal Guinea itu, oleh PSSI dinyatakan sudah empat tahun bermain di Liga Indonesia, sehingga harus pulang. Penyebabnya, mulai 2006 ada batasan dari Badan Liga Indonesia (BLI) yang menegaskan bahwa pemain asing maksimal hanya boleh empat tahun merumput di liga. Manajer Semen Padang, Hamdan Anwar, menjelaskan BLI telah mengirim faksimil ke klub yang intinya menyebutkan jika izin kerja Djibril telah habis karena sudah berada di Indonesia selama empat tahun. Sesuai aturan, seorang pemain asing hanya boleh bermain di Liga Indonesia selama empat tahun berturut-turut dan setelah itu harus pergi. Dia dapat kembali setelah mengurus izin baru, dan pengurusan izin baru itu sendiri biasanya memakan waktu selama setahun. Djibril sendiri mengaku baru berada di Indonesia selama tiga tahun, yang selama 2,5 tahun di antaranya dihabiskannya untuk membela PSIS Semarang. Pemain tersebut kemudian mengajukan protes ke PSSI dan meminta segala sesuatunya diluruskan. Bersamaan dengan faksimil pemberitahuan soal Djibril, juga datang faksimil yang sama tentang Gbeneme Friday, pemain asing asal Liberia yang bersama-sama Djibril telah menandatangani kontrak selama satu tahun dengan Semen Padang. Hanya saja, untuk kasus Friday, yang bersangkutan memang sudah habis masa berlaku izin kerjanya, sehingga harus ke luar dulu jika ingin kembali ke Indonesia. Friday sendiri dapat menerimanya dan telah membatalkan kontraknya dengan tim "Urang Awak". "Masalah Djibril yang masih harus menunggu keputusan PSSI, apakah dia masih bisa bermain di Indonesia atau tidak. Kalau ternyata tidak, tentu kita akan berusaha mencari penggantinya," ujar Hamdan. (ant-40) |