logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 10 Desember 2005 OLAHRAGA
Line

Imral Jadi Penyelamat

JAKARTA- PSIS hanya mampu bermain imbang 3-3 lawan Osotspa FC dalam pertandingan kedua Piala Emas Bang Yos III di Stadion Kuningan, sore kemarin.

Bahkan, anak-anak asuhan Sutan Harhara itu nyaris dipermalukan Wisetsri Narong dan kawan-kawan. Beruntung empat menit menjelang pertandingan usai, Imral Usman menjadi penyelamat dengan menyamakan kedudukan.

Jiensatha mencetak gol ketiga tim asal Thailand itu pada menit ke-75. Sebelumnya, mereka berhasil mencetak gol melalui Jaihan Kittisak menit 37 dan Khookaew Wutii Chai menit 48. Sedangkan gol PSIS dihasilkan oleh Fofee Kamara melalui titik penalti menit 49, Patricio Jimenez menit 51 dan Imral Usman menit 86.

Pada babak pertama, permainan Indriyanto Nugroho dan kawan-kawan memang tidak bisa berkembang. Tak heran, Osotspa yang dalam pertandingan perdana kalah telak 1-5 dari Persija Jakarta, mampu menguasai jalannya permainan.

Mereka bermain taktis, cepat dan ngotot, tidak seperti saat dikalahkan Persija. Pressing-pressing ketat diterapkan untuk membatasi gerak para pemain PSIS. Lapangan tengah yang menjadi sentral permainan dikuasai anak-anak asuhan Bovona Watnadiiok itu. Mereka terus menekan pertahanan PSIS sejak wasit Puji Suprayitno meniup peluit tanda dimulainya pertandingan.

Bahkan, pada menit pertama saja, gawang I Komang Putra nyaris dibobol Aukarapong Thongchai. Namun, tendangan keras pemain bernomor punggung delapan itu mampu ditepis Komang.

Bukan itu saja peluang yang dimiliki Osotspa. Setidaknya, dalam pertandingan yang terus diguyur hujan pada babak pertama itu, Khookaew Wutii Chai memperoleh dua peluang emas, Wangsawat Worawut, Puanakunmee Jessda, dan Bunkam Jakkrit masing-masing mendapat satu peluang.

Tanpa P eluang

Sementara Indriyanto Nugroho dan kawan-kawan tidak memperoleh peluang berarti di babak pertama. Lini tengah tidak bisa berbuat banyak menghadapi pemain tengah Osotspa. Modestus Setiawan yang diturunkan sejak babak pertama terlihat belum bisa beradaptasi dengan gaya bermain Sutan Harhara. Mantan pemain Persijatim FC itu tampak gugup dan sedikit hilang sentuhan bolanya seusai pulang dari membela timnas SEA Games XXIII Manila.

Melihat lini tengah kalah, Sutan memasukkan Patricio Jimenez pada pertengahan babak pertama, menggantikan Yusuf Sutan Mudo.

Kehadiran Patricio yang mendampingi Suwita Patha dan Modestus juga belum mampu mengangkat permainan tim Kota Lunpia tersebut. Ketiganya belum solid mendukung serangan maupun membantu pertahanan.

Kelemahan tersebut dimanfaatkan para pemain Osotspa untuk melakukan serangan-serangan gencar lewat umpan-umpan terobosan dari lapangan tengah. Pada menit 39, gawang I Komang Putra pun kebobolan lewat aksi brilian Jaihan Kittisak.

Pada babak kedua, permainan PSIS baru bisa berkembang. Pemain tengah yang dihuni Suwita, Patricio dan Modestus mulai solid dalam bekerja sama. Suwita agak lebih ditarik ke depan untuk mendukung Indriyanto Nugroho dan Imral usman. Sedangkan Patricio dan Modestus lebih banyak bermain sebagai gelandang bertahan.

Strategi tersebut memang berhasil menghidupkan serangan. Namun, lagi-lagi pemain belakang Mahesa Jenar membuat kesalahan. Akibatnya, Khookaew Wutii Chai berhasil lolos dari penjagaan dan mengecoh kiper I Komang Putra lewat tendangan ke pojok kanan gawang, 2-0.

Satu menit kemudian, Fofee Kamara menebus kesalahannya dengan membobol gawang Osotspa yang dijaga Wisetsri Narong lewat titik putih. Hadih penalti itu diberikan wasit Puji Suprayitno setelah salah satu pemain belakang lawan handsball. Fofee yang ditunjuk sebagai algojo pun sukses menggetarkan jala tim asal negeri Gajah Putih itu.

Belum genap kegembiraan para pendukung PSIS yang berada di tribune timur, Patricio Jimenez kembali memaksa kiper Wisetsri memungut bola dari dalam gawangnya. Kedudukan imbang 2-2 membuat tempo permainan semakin meningkat. Akibatnya, beberapa kali terjadi ketegangan di antara kedua tim. Emosi pemain PSIS sangat tinggi sehingga sempat membuyarkan konsentrasi.

Gol ketiga Osotspa yang tercipta pada menit ke-75 pun tidak lepas dari permainan keras tersebut. Fofee Kamara melakukan pelanggaran keras terhadap Khookaew Wutti Chai di dekat kotak penalti. Tendangan bebas yang diberikan wasit Puji tidak disia-siakan oleh Jiensatha Wong Jakkapong.

Gol tersebut tidak membuat Indriyanto Nugroho dkk patah arang. Mereka justru semakin bernafsu . Dan, empat menit menjelang pertandingan usai, Imral Usman kembali menjadi pahlawan. (H13, wgm-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA