| Sabtu, 10 Desember 2005 | OLAHRAGA |
Luxemburgo Sesalkan Keputusan Real MadridLONDON - Vanderlei Luxemburgo akhirnya unjuk bicara mengenai pemecatannya dari kursi pelatih Real Madrid. Pria asal Brasil ini menilai dirinya kurang mendapat dukungan, dan dia pun menyesalkan keputusan klub raksasa Spanyol itu. Manajemen Real mendepak Luxemburgo karena dinilai gagal menangani juara Eropa sembilan kali itu. Posisinya di El Real hingga saat ini masih dipegang Juan Ramon Lopez Caro, pelatih Real B. "Ketika saya datang ke Madrid, saya mengira kami menangani proyek bersama. Saya berpikiran di Eropa mereka memiliki penghormatan untuk proyek tertentu, bahwa hasil tak tergantung dalam satu kali pertandingan," ungkap Luxemburgo, kemarin. Kekalahan 0-3 di kandang sendiri dari Barcelona, bulan lalu, ditengarai menjadi penyebab pihak manajemen memutus kontrak pelatih berusia 53 tahun ini. Kondisi itu yang disayangkan mantan coach tim nasional Brasil tersebut. "Saya tak pernah mengira jika kalah ketika melawan Barcelona bakal menciptakan ketidakstabilan pada klub sebesar Real, dan membuat posisi pelatih dalam bahaya. Saya kecewa dengan keputusan ini. Itu memperlihatkan bagaimana klub ini bekerja," paparnya. Dia menambahkan, pihak klub kurang memberi bantuan, dan dorongan semangat pada dirinya selama menduduki kursi pelatih. Putusan pihak klub memberhentikannya pun dirasa bak petir di siang bolong. "Saya berharap memiliki masa indah dan buruk, seperti halnya yang terjadi pada klub lain yang mengejar titel juara. Kami berada pada situasi sulit, tapi saya tahu dalam kurun waktu tiga minggu kami akan memiliki pemain untuk kembali berlatih,'' tuturnya. ''Saya sangat terkejut ketika pihak klub tak mau memahami hal ini." Dia yakin Real bisa bangkit, dan mengejar ketinggalan. "Saya tak mengira akan berakhir seperti ini," tegasnya. (rtr,A7,dtc-31) |