| Sabtu, 10 Desember 2005 | NASIONAL |
SOSOKNjaga Praja
SEBAGAI bankir, telah banyak pengalaman yang direguk Kodradi. Sebelum menjabat direktur utama Bank Tabungan Negara (BTN) sampai sekarang, pria kelahiran Boyolali, 18 Juli 1944, ini sudah teruji di Bank Mandiri, Bank Bumi Daya, dan Bank Ekspor Impor. Nama besar dan pengalaman segudang ternyata tak membuatnya silau sehingga lupa dari mana bisa sebesar sekarang. Dia tetap concern terhadap almamaternya. ''Saya ingin turut njaga praja Undip. Saya berharap, bila pensiun nanti bisa husnulkhatimah. Tidak dikejar-kejar tipikor (tim pemberantasan tindak pidana korupsi-Red). Karena itu, saya berusaha melaksanakan amanah ini sebaik mungkin,'' ujar sarjana ekonomi Undip 1969 ini seusai acara Penyerahan Bantuan Biaya Hidup kepada Mahasiswa Aceh yang Tertimpa Musibah Tsunami di Rektorat Undip Tembalang, kemarin. Untuk tetap membawa nama baik almamater di pentas nasional dan global, peraih The Best Alumni Award Undip 2005 ini berusaha sekuat tenaga agar namanya tidak tersangkut korupsi ataupun tindak pidana yang membuatnya harus berurusan dengan hukum. Resepnya, bekerja mengalir seperti air. Selain itu mengutamakan kejujuran, keikhlasan, keseriusan, dan komitmen dalam menjalankan aktivitas. Sebagai pimpinan tertinggi sebuah bank, Kodradi juga sangat memperhatikan kesejahteraan karyawan Bank BTN. Dalam kepemimpinannya, karyawan Bank BTN telah banyak menikmati peningkatan kesejahteraan. Di hadapan Rektor Undip Prof Ir Eko Budihardjo MSc beserta jajarannya dan para mahasiswa Aceh, Kodradi juga menandaskan pentingnya usaha yang santun, cantik, dan bermartabat ketika menghadapi masalah. (Widodo Prasetyo-41j) | ||||