| Sabtu, 10 Desember 2005 | MURIA |
Human Error, Kebakaran Sumur Minyak Tetap DiselidikiCEPU - Penyebab kebakaran sumur minyak 210 di Desa Ledok, Kecamatan Sambong, Blora (SM,9/12) dipastikan karena kesalahan manusia (human error). Meski demikian, polisi tetap melakukan penyelidikan musibah yang menyebabkan kematian Sagi, seorang pekerja itu. ''Dugaan sementara, musibah ini karena kecerobohan dua pekerja tersebut. Namun kami masih tetap akan menyelidiki kasus ini,'' ujar Kapolres Blora AKBP Drs H Agus Salim melalui Kasat Reskrim AKP Johan Setiadjid SH MH, kemarin. Johan juga mengatakan, penyelidikan musibah itu sepenuhnya ditangani Polsek Sambong. Penegasan senada juga dikemukakan Kemas A Djohansah, Manajer Umum PT Pertamina Daerah Operasi Hulu (DOH) Jawa Bagian Timur (Jabati). Menurutnya, kebakaran terjadi karena larangan melakukan aktivitas di lokasi sumur minyak di atas pukul 16.00 diabaikan pekerja. Meski demikian, pihaknya juga masih akan tetap melakukan investigasi terhadap musibah tersebut. ''Kami juga masih akan tetap melakukan investigasi. Hasil investigasi akan menjadi bahan evaluasi ke depan,'' ujar Kemas. Beberapa warga Desa Ledok mengatakan, kebakaran itu menjadi pelajaran berharga bagi perusahaan perminyakan ataupun warga yang bekerja di sumur minyak. Menurut Kasmin, selama ini warga belum paham betul keselamatan kerja di bidang perminyakan. Selain karena kurang sosialisasi dan pengawasan, warga desa yang bekerja di lokasi sumur minyak juga tidak menyadari bahwa tindakan yang dilakukan itu membahayakan keselamatan jiwa. ''Kami berharap sosialisasi tentang keselamatan kerja diberikan kepada kami. Dengan musibah ini kami menyadari, bekerja di bidang perminyakan, faktor keselamatan kerja harus lebih diperhatikan lagi,'' katanya. (aiz-15n) |