| Sabtu, 10 Desember 2005 | MURIA |
Dinas Perikanan Usulkan Kapal MotorREMBANG - Kabupaten Rembang akan menggali seluruh potensi kelautan. Sebab, sektor itu punya peranan penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Lebih-lebih, mata pencaharian sebagian besar penduduk Rembang adalah nelayan. Hal itu ditegaskan YMT Kepala Dinas Perikanan Wartono didampingi Kabag Infokom Ir Suparman, kemarin. "Curah hujan yang rendah membuat kami tidak bisa mengembangkan perikanan darat. Untuk itulah kami akan menggali potensi kelautan. Kami berusaha mencari terobosan," tegasnya. Pihaknya memiliki data, jumlah nelayan Rembang 17.221 orang, 681 orang bakul ikan, dan 17.352 tenaga kerja pengolah hasil laut. Jumlah kapal motor 618 buah, motor tempel 3.610 buah, dan perahu layar 18 buah. "Dari modal dasar yang kami miliki itulah, tumbuh sejumlah perusahaan pengolahan ikan, baik yang memproduksi ikan kering, pindang, maupun kemasan (kaleng). Bahkan sebagian perusahaan ikan di Rembang sudah memasuki pasaran ekspor." Potensi kelautan dan pesisir yang begitu besar itu, lanjut dia, mendorong Bupati H Moch Nur Salim menggali dana untuk membangun berbagai fasilitas yang sedang dibutuhkan nelayan. Sayangnya, akhir-akhir ini banyak nelayan asal Rembang yang mencari ikan di luar perairan Pulau Jawa. Sebab, hasil tangkapan ikan di daerah sendiri kini sedang sepi. "Saat ini jumlah produksi ikan di Rembang menurun. Maklum, banyak kapal nelayan Rembang yang melelang ikan ke luar daerah," jelasnya. Melihat kenyataan itu, Wartono memandang perlu segera mencarikan jalan keluar untuk mengatasi masalah tersebut. Salah satu cara yang kini sedang dilakukan adalah mengusulkan pembelian sejumlah kapal kepada Pemkab. Tujuannya, sebagai alat transpotasi untuk membeli ikan hasil tangkapan para nelayan asal Rembang yang sedang melaut di luar perairan Pulau Jawa. "Biar kegiatan pelelangan ikan di Rembang tetap ramai dan pendapatan asli daerah (PAD) meningkat sehingga keinginan untuk menyejahterakan masyarakat bisa tercapai secara merata. Apalagi hingga kini ada 14 tempat pelelangan ikan (TPI) di Rembang." Dari potensi itu, produksi ikan pada 2001 mencapai 48.919.418 kg dengan raman atau nilai jual lelang Rp 109.254.524.677. Pada 2002, produksinya 55.281.517 kg dengan raman Rp 118.827.378.400. Pada 2003 jumlah produksi menurun menjadi 29.581.574 kg dengan raman Rp 87.012.111.300. Namun pada 2004 jumlah produksi naik menjadi 32.647.551 kg dan raman Rp 124.282.430.600. "Sementara itu produksi ikan darat relatif kecil. Misalnya pada 2001 hanya 251.597 kg dengan raman Rp 3.606.830. Pada 2002 jumlah produksi 257.979 kg dengan raman Rp 3.698.306, pada 2003 jumlah produksi 254.170 kg dengan raman Rp 3.347.949, dan pada 2004 jumlah produksi 218.693 kg dengan raman Rp 2.802.257. "Melihat potensi itulah, kami tidak ragu-ragu merencanakan berbagai proyek pembangunan di sektor kelautan yang akan diusulkan ke Pemkab," tandasnya. (jl-50n) |