logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 10 Desember 2005 EKONOMI
Line

Sektor Pendidikan Bisa Jadi Sumber Devisa

JAKARTA- Dunia pendidikan Indonesia harus berubah secara radikal, dalam artian tetap menjunjung tinggi idealisme dan mampu mengkombinasikan dengan komersial. Selain itu pemerintah juga harus peduli dengan universitas swasta.

Dunia pendidikan Australia sudah menerapkan hal ini sehingga bisa meraup devisa 7,1 Miliar dollar AS atau hampir setara Rp 71 Triliun pertahunnya. Demikian dikatakan Prof Donald Watts AMTSE, International Chancellor President University Jababeka, Cikarang pada pidato menyambut lulusan perdana, kemarin.

''Kontribusi riil sektor pendidikan Australia sebesar 7,1 Miliar dollar AS. Tanpa sedikitpun kehilangan atau eksploitasi aset negara,'' kata Watts yang Guru Besar dan Vice Chancellor Curtin University dan President Bond University Australia tersebut.

Bentuk kepedulian pemerintah disana antar lain dengan membantu mengembangkan potensi PTS. Menurut Watts pemerintah Australia tidak pernah lagi membangun PTN, tapi membantu sepenuhnya PTS yang telah menunjukkan prestasi bagusnya. Langkah ini juga ekonomis, karena ibaratnya hanya tinggal menambah dana bagi ''perusahaan'' yang sedang berkembang dengan bagus.

''Karena pemerintah kami sadar, PTN maupun PTS sama-sama sumber devisa, jadi tinggal bagaimana caranya membuatnya lebih berkualitas sehingga menarik perhatian Internasional. Juga bagaimana menginvestasikan dana pribadi dan masyarakat kepada sektor yang tepat yaitu pendidikan,'' katanya.

Selain itu pemerintah disana juga memberikan diskon pajak yang sangat signifikan bagi perorangan atau perusahaan swasta yang menyumbang sekolah atau Perguruan Tinggi. Menurut Rektor President University Prof Dr Muliawati G Siswanto M Eng.Sc, 85 % dari 31 wisudawan angkatan I sudah diterima bekerja di beberapa perusahaan di Jababeka. Ini karena pihaknya sudah berupaya untuk menuju International Quality Education.

Dengan bahasa Inggris sebagai pengantar dan 30 % staf pengajar dan dosennya dari luar negeri. Selain itu pihaknya juga memasukkan program magang di perusahaan multinasional yang berada di kawasan Industri Jababeka, serta menjalin kerjasama dengan Waseda University -Jepang, ITB, Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) dan Microsoft Internasional - Indosat M2 untuk pemberdayaan UKM di kawasan Industri dengan 1115 pabrik tersebut.(F4-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA